Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Putin Janji Balas Serangan 'Biadab' di Moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah akan melakukan pembalasan atas penembakan massal di gedung konser yang menewaskan lebih dari 100 orang merupakan "aksi teroris biadab."
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Putin mengatakan keempat pria bersenjata yang disebutnya sebagai pelaku penembakan telah ditangkap sebelum mereka sempat melintasi perbatasan ke Ukraina.
"Saya berbicara kepada Anda hari ini sehubungan dengan aksi teroris yang berdarah dan biadab, yang korbannya adalah puluhan orang yang tidak bersalah dan damai," kata Putin dalam pidato publik pertamanya sejak serangan tersebut.
"Keempat pelaku serangan teroris yang menembak dan membunuh orang telah ditahan. Mereka sedang melakukan perjalanan menuju Ukraina dimana, menurut informasi awal, mereka memiliki jendela untuk melintasi perbatasan," kata pemimpin Kremlin tersebut.
Dinas keamanan FSB Rusia sebelumnya mengatakan para penyerang telah "berhubungan" dengan orang-orang di Ukraina ketika mereka mencoba melarikan diri dari negara tersebut.
Setidaknya 115 orang tewas oleh orang-orang bersenjata di Balai Kota Crocus di pinggiran utara Moskow pada hari Jumat. Gedung konser pun dibakar. Serangan tersebut telah diklaim oleh kelompok ISIS namun pihak berwenang Rusia belum menyebutkan hal ini.
"Teroris, pembunuh, dan bukan manusia akan menghadapi nasib buruk berupa pembalasan dan pelupaan," kata Putin, yang pada Minggu mendeklarasikan hari berkabung nasional di seluruh Rusia.
Sejauh ini, pemerintah Ukraina, yang tengah berperang dengan Rusia, sudah membantah keterkaitan dengan para pelaku dan insiden penembakan itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun