Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Kemlu RI Ungkap Kondisi WNI Usai Hujan Badai di Dubai Uni Emirat Arab
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kemlu RI Ungkap Kondisi WNI Usai Hujan Badai di Dubai Uni Emirat Arab
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) membeberkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Uni Emirat Arab usai hujan badai dan banjir melanda Dubai.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Judha Nugraha mengatakan Konsulat Jenderal RI (KJRI) terus berkoordinasi untuk memantau warga Indonesia.
"Sejauh ini belum terdapat WNI yg menjadi korban dan/atau membutuhkan bantuan," kata Judha dalam rilis resmi, Rabu (17/4).
Sejak Selasa dini hari Dubai dan sekitarnya mulai diguyur hujan lebat. Setelah satu jam, hujan berganti menjadi rintik-rintik sepanjang hari.
Pada pukul 14.00 hujan deras kembali turun hingga sekitar 3 jam. Hujan tersebut mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Dubai.
Imbas banjir itu, bandara internasional Dubai lumpuh dan sejumlah penerbangan pun dialihkan.
Dubai Mall, Mall of the Emirates, dan Stasiun Metro Dubai juga tergenang banjir setinggi mata kaki.
Merespons banjir tersebut, pemerintah UAE juga meminta seluruh sekolah dan pegawai pemerintah untuk beraktivitas dari rumah karena cuaca ekstrem selama 16-17 April. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4650 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2452 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2097 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1708 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1139 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun