Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Musim Kemarau, Tiga Kecamatan di Karangasem Terancam Kekeringan

Senin, 24 Agustus 2026, 10:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Musim Kemarau, Tiga Kecamatan di Karangasem Terancam Kekeringan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem mulai menghadapi ancaman kekeringan. Berdasarkan pola kejadian pada tahun-tahun sebelumnya, sedikitnya tiga kecamatan dipetakan berpotensi mengalami kesulitan air bersih, yakni Kubu, Karangasem dan Abang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengatakan pemetaan tersebut mengacu pada riwayat permohonan distribusi air bersih yang diajukan sejumlah desa pada musim kemarau sebelumnya.

“Ini berdasarkan permohonan pendistribusian air bersih untuk kelompok masyarakat dari tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan oleh beberapa perangkat desa di tiga kecamatan tersebut,” kata Sugiharta, Minggu (23/8/2026).

Di Kecamatan Abang, Desa Datah menjadi salah satu wilayah yang selama ini kerap mengalami persoalan ketersediaan air bersih. Sementara di Kecamatan Karangasem, Desa Seraya Timur termasuk wilayah yang rutin mengajukan bantuan distribusi air ketika kemarau berlangsung.

Kondisi lebih luas berpotensi terjadi di Kecamatan Kubu. Hampir sebagian besar wilayah di kecamatan tersebut disebut memiliki potensi terdampak kekeringan. Sejumlah desa yang tercatat paling rutin mengajukan distribusi air bersih antara lain Desa Ban, Tianyar dan Tianyar Tengah.

Mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih, BPBD Karangasem telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa desa yang selama ini rutin melakukan permohonan pendistribusian air bersih. Jika ada masyarakat yang kesulitan air bersih untuk langsung bersurat,” ujarnya.

Kendati musim kemarau telah berlangsung, hingga Minggu (23/8/2026), BPBD Karangasem belum menerima permohonan pendistribusian air bersih dari masyarakat.

Meski demikian, BPBD Karangasem memastikan kesiapan untuk menyalurkan bantuan apabila permintaan mulai diajukan. Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa masing-masing untuk diteruskan secara resmi kepada BPBD.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, bisa langsung ke kantor desa. Nanti pihak desa yang bersurat secara resmi ke BPBD untuk pendistribusiannya,” pungkas Sugiharta.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami