Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Perang Saudara di Myanmar, Junta Culik Warga Jadi Tentara Cadangan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Junta militer disebut mulai menculik warga usia remaja untuk dijadikan tentara cadangan dalam perang saudara di Myanmar.
Junta Myanmar diklaim mulai kekurangan tentara lantaran terbunuh atau kabur saat bertempur melawan kelompok perlawanan bersenjata negara itu usai kudeta militer pada Februari 2021.
Media independen Myanmar The Irrawaddy melaporkan bahwa junta militer menemukan cara baru untuk melancarkan teror terhadap warga sipil.
Salah satunya dengan memulai penculikan terhadap warga Myanmar, terutama para remaja dari rumah, tempat kerja, dan jalanan, buat dijadikan tentara cadangan.
Sejumlah warga lokal menuturkan kesaksian mereka bahwa warga yang dianggap memenuhi syarat wajib militer diculik oleh para anggota junta di daerah Magwe, Bago, Yangon, dan Ayeyarwady.
Para korban penculikan ini kemudian dipaksa untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diangkut ke kamp pelatihan militer Myanmar.
Para penculik dikabarkan 'bergentayangan' di kota-kota hingga desa-desa untuk menculik warga. Mereka mengincar target melalui data dokumen kependudukan kota dan desa.
Junta Myanmar menetapkan aturan wajib militer pada 10 Februari lalu setelah pasukannya banyak menderita kekalahan dari sejumlah kelompok perlawanan.
Dalam pengumuman resmi mereka, pria antara 18-35 tahun harus menjalani wajib militer selama dua tahun, sedangkan wanita 18-27 tahun juga wajib gabung militer selama dua tahun.
Kebijakan radikal itu pun membuat sejumlah warga memilih kabur dari Myanmar. Sempat geger pula dua gadis remaja Myanmar tewas terinjak-injak di tengah serbuan warga di kantor imigrasi Mandalay untuk keluar dari negara itu.
Kepanikan dan kekhawatiran warga memuncak setelah kabar bahwa junta Myanmar melancarkan penculikan untuk memaksa gabung di militer bertempur melawan pasukan pemberontak.
Sebelumnya, hampir 50 tentara junta militer Myanmar menyerah ke kelompok etnis bersenjata di Tanintharyi pada awal pekan ini.
Cabang kelompok bersenjata Pasukan Nasional Karen (KNU), Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), mencegat junta di Tanintharyi, Kota Myeik pada Selasa (23/4).
Kelompok itu juga menyerang pasukan junta. Imbas serangan mereka enam tentara junta meninggal. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan