Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Kuta Tunda Melaut Sambil Perbaiki Perahu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar memprediksi gelombang tinggi hingga mencapai 2,5 meter akan terjadi selama tiga hari kedepan, Kamis (6/6/2024) hingga Minggu (9/6/2024).
Tingginya gelombang air laut meluber hingga ke areal pejalan kaki sepanjang pesisir Pantai Kuta, Badung. Kondisi ini berdampak pada aktivitas nelayan di pesisir Pantai Kuta, Badung.
Sebagian besar nelayan memilih beristirahat sejenak sembari menunggu gelombang air laut normal kembali.
Selama beristirahat beberapa nelayan memperbaiki perahu sembari menunggu kondisi air laut bersahabat kembali.
"Ya, kami istirahat saja sementara waktu sembari menunggu gelombang bersahabat kembali," ujar seorang nelayan di Pantai Kuta, I Wayan Astama, Kamis (6/6/2024).
Menurutnya, kondisi gelombang tinggi memang sering terjadi memasuki bulan Mei yang kemungkinan akan berlangsung selama 20 hari ke depan.
Senada, nelayan lainnya, I Wayan Budiana mengaku terpaksa istirahat sejenak karena risiko tinggi melaut saat gelombang tinggi.
Untuk mengisi waktu, dirinya memperbaiki perahu sambil menunggu kondisi gelombang normal kembali.
"Saya perbaiki perahu yang bisa diperbaiki mengisi waktu istirahat ini," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun