Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Marapi Sumbar 5 Kali Erupsi Pagi Ini, Waspada Banjir Lahar Dingin
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi, Senin (10/6). Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu mengalami lima kali erupsi dalam kurun waktu tiga jam.
Baca juga:
HKBP Tolak Tawaran Izin Kelola Tambang
Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Suwardi Putra menjelaskan, erupsi terjadi sejak pukul 05.49 WIB hingga pukul 08.42 WIB. Erupsi disertai lontaran abu vulkanik dari 100 meter hingga 750 meter dari atas puncak.
"Sesuai catatan kita, ada lima kali erupsi," jelas Suwardi.
Ia merinci, erupsi pertama terjadi pukul 05.49 WIB dengan ketinggian kolom abu 150 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 1.2 milimeter dan durasi 140 detik.
Setelahnya, erupsi terjadi pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 100 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 1.4 milimeter dan durasi 301 detik.
Erupsi terjadi lagi pukul 06.52 WIB, pukul 08.21 WIB dan pukul 08.42 WIB, dengan tinggi kolom abu masing-masing 250 meter, 500 meter dan 750 meter dari atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang ke arah barat daya.
'Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,' kata dia.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level III Siaga, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 4,5 kilometer dari kawah.
Masyarakat juga diminta mewaspadai aliran banjir lahar dingin yang dapat terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," ucapnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun