Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Arja Klasik Panca Yowana Kanti Duta Denpasar Kisahkan Kerajaan Daha
PKB ke-46
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Utsawa (Parade) Arja Klasik "Panca Yowana Kanti" dari Penyatusan Abian Kapas-Ketapian, Kelurahan Sumerta, sebagai Duta Kota Denpasar turut meramaikan gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar Senin (17/6).
Arja Klasik yang mengisahkan Kerajaan Daha dengan digawangi seniman muda ini sukses memukau penonton yang hadir.
Pementasan ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara bersama jajarannya, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karyawatu, Ketua TP. PKK Kelurahan, Kepala Lingkungan, serta aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Tidak ketinggalan, para penggemar kesenian Arja Klasik Bali turut hadir meramaikan pementasan.
Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, SST.Par, menjelaskan bahwa Arja Klasik yang dipentaskan ini mengangkat judul Pangrabdaning Guna Sakti dengan mengisahkan cerita dari Kerajaan Daha. Sang permaisuri memiliki dua orang putri, yaitu Diah Candra Dewi yang cantik dan merupakan anak tiri, serta Diah Trenggini, anak kandung permaisuri yang berperangai buruk.
Eka Apriana menuturkan bahwa kisahnya semakin menarik ketika Diah Candra Dewi menikah dengan Rahaden Darma Wijaya yang dimenal dengan julukan Prabu Jenggala, sementara Diah Trenggini juga menginginkan Rahaden Darma Wijaya sebagai suaminya. Dalam perjalanan pulang ke Jenggala, Diah Candra Dewi merasa lelah dan beristirahat, hingga tertidur. Saat itulah Diah Trenggini menggunakan ilmu hitam yang diberikan oleh ibunya untuk mencelakai Diah Candra Dewi.
Pementasan ini dibawakan oleh Sekaha Arja Panca Yowana Kanti, dengan koordinasi dari I Gusti Ngurah Rai Soman. Konseptor dan pembina Arja adalah Ni Wayan Ranten, bersama dengan Ni Wayan Rimit, Ni Nyoman Nik Suasti, dan Sang Ketut Pesan Sandiyasa. Sementara itu, pembina tabuhan dipegang oleh Made Sudarsana dan Made Dwijarsana.
"Penampilan mereka berhasil memukau penonton, menghidupkan kembali pesona dan keindahan Arja Klasik Bali dalam Pesta Kesenian Bali tahun ini, "ungkap Eka Apriana.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1425 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1081 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 925 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 818 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik