Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Saudi Soal 1.000 Lebih Jemaah Haji Meninggal: Negara Tidak Gagal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Arab Saudi menyebut penyelenggaraan haji yang menewaskan lebih dari 1.100 jemaah bukan karena pengelolaannya gagal.
Kepada AFP, seorang pejabat senior Saudi menyebut pemicu kematian para jemaah mayoritas disebabkan kepanasan karena suhu tinggi.
"Negara tidak gagal, tapi ada kesalahan penilaian di pihak masyarakat yang tidak menyadari risikonya," kata pejabat tersebut, Sabtu (22/6), sekaligus menjadi komentar pertama pemerintah mengenai kematian tersebut.
Berdasarkan hitungan AFP per Jumat (21/6), jumlah korban jiwa mencapai 1.126 orang, lebih dari separuhnya berasal dari Mesir.
Pejabat senior itu mengatakan pemerintah Saudi telah mengkonfirmasi 577 kematian dalam dua hari tersibuk haji. Pertama, ketika jamaah berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Kedua, ketika jemaah melempar jumrah di Mina pada Minggu.
"Ini terjadi di tengah kondisi cuaca buruk dan suhu yang sangat ekstrem," imbuhnya.
Pemerintah Saudi mengatakan jumlah jemaah tahun ini mencapai 1,8 juta orang. Angka ini belum mencakup 'jemaah ilegal' yang datang dengan visa pariwisata umum.
Sebelum penyelenggaraan haji, pejabat itu menyebut pihaknya telah mengeluarkan 300 ribu jemaah yang tidak memiliki izin berhaji resmi. Namun, 'ada perintah dari atas' agar jemaah itu diizinkan masuk untuk beribadah.
"Kami memperkirakan jumlah jamaah haji yang tidak terdaftar sekitar 400 ribu," kata pejabat itu.
"Hampir semuanya berasal dari satu kewarganegaraan," tambah pejabat itu, merujuk pada Mesir.
Awal pekan lalu, para diplomat Arab mengatakan warga Mesir menyumbang 658 kematian jemaah haji, di mana 630 di antaranya jemaah tidak terdaftar.
Penyelenggaraan haji tahun ini pun jatuh pada musim panas yang suhunya sangat terik, mencapai 51,8 derajat Celcius.
Menurutnya, jemaah haji yang tidak terdaftar tidak memiliki akses terhadap fasilitas yang disediakan Arab Saudi untuk membuat ibadah lebih nyaman, termasuk tenda ber-AC.
Beberapa jemaah asal Mesir yang tidak berizin haji mengakui mereka kesulitan mengakses rumah sakit atau memanggil ambulans saat kerabatnya sakit, sehingga beberapa di antaranya akhirnya meninggal.
Mereka juga tidak dapat mengakses bus resmi haji, satu-satunya transportasi di sekitar tempat suci. Akhirnya, mereka terpaksa berjalan beberapa kilometer di bawah terik matahari.
Beberapa orang melaporkan melihat mayat-mayat tergeletak di pinggir jalan, serta banyak jemaah haji pingsan karena kelelahan.
Pejabat senior Saudi sebetulnya tidak ada larangan spesifik bagi jamaah haji yang tidak terdaftar menggunakan bus. Namun bus-bus itu dipersiapkan untuk jamaah haji terdaftar. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik