Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Bawaslu Bali Komitmen Kawal Hak Pilih Masyarakat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna menyebut ketepatan data pemilih dalam sebuah sistem demokrasi bukan sekadar urusan administratif, namun merupakan jantung dari kesetaraan dalam partisipasi politik.
Menurutnya, dengan data pemilih yang memuat setiap warga negara yang berhak, proses Pemilihan bukan hanya sebuah rutinitas, tetapi sebuah panggung di mana tiap suara memiliki kekuatan yang seimbang.
"Untuk itu kami di Bawaslu selalu kawal hak suara masyarakat, selain membuka posko aduan masyarakat di tahapan coklit, kami juga akan lakukan patroli kawal hak pilih, ini bentuk komitmen kami menjaga hak suara pemilih," jelasnya, beberapa hari lalu di Renon, Denpasar.
Dirinya menyampaikan, akan menyasar secara langsung pemilih rentan yang berpotensi terabaikan hak pilihnya dan berpotensi disalahgunakan hak pilihnya seperti pemilih disabilitas, lansia, serta masyarakat yang memang memerluksn advokasi terkait hak suaranya.
"Kami akan maping dan datangi langsung, bukan hanya disabilitas saja, namun juga lansia, itu kan kelompok yang perlu fasilitas khusus dalam menggunakan hak suaranya, kita akan klasifikasi sesuai ragam disabilitas," ujarnya.
Komitmen Bawaslu Bali adalah memastikan setiap suara terdengar dan setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam pembentukan masa depan Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 234 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 156 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 147 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun