Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Niatnya Cari Senjata Bekas, TNI Malah Dapat Harta Karun Emas-Berlian
beritabali.com/cnbcindonesia.com/Niatnya Cari Senjata Bekas, TNI Malah Dapat Harta Karun Emas-Berlian
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tak lama setelah kemerdekaan, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah punya cerita menemukan harta karun. Ini bermula saat penemuan peti misterius yang super besar pada tahun 1946 di Cigombong, Jawa Barat.
Sebagai informasi, wilayah tersebut sebelum ditempati oleh pasukan Jepang. Peti misterius itu pun disangka berisi obat-obatan, tapi ternyata kondom.
Temuan itu yang lantas membuat tentara bersama rakyat mencoba menggali lahan lain. Mereka berharap bisa menemukan senjata untuk melawan pasukan Belanda.
Salah satu temuannya adalah bom yang akhirnya meledak dan melukai TNI. Namun dalam temuan lainnya adalah sebuah guci yang ditemukan oleh Sersan Mayor Sidik.
Dia memberikan guci pada Kolonel Alex Evert Kawilarang yang saat itu bertugas sebagai komadan brigade TNI. Ternyata guci itu berisi emas permata dan berlian.
"Sersan Mayor Sidik bersama beberapa anggota polisi tentara dan rakyat menemukan sebuah guci besar. Setelah guci itu dibuka, mereka menemukan kaus kaki yang berisikan barang keras. Kaos kaki itu mereka buka satu persatu. Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan," kutip buku Haji Priyatna Abdurrasyid: Dari Cilampani ke New York (2001:102).
Saat guci berada di pasukan Kawilarang, beberapa orang seperti bernafsu. Kesal dengan perilaku tersebut, dia mengambil dua peti granat dan mengatakan harta tersebut untuk berjuang.
"Bapak-bapak mau berjuang lagi? ini untuk berjuang," kata Kawilarang kepada mereka sambil menyerahkan dua peti granat.
Dia juga segera mengusir orang-orang yang masih penasaran dengan harta karun tersebut. "Ini untuk berjuang!," tegas Kawilarang.
Kawilarang tak berniat memilikinya. Bahkan dia menyurati Residen Bogor Moerdjani mengenai temuan tersebut, mengatakan seharusnya barang yang ada di dalam guci jadi urusan pejabat kementerian dalam negeri.
Namun ternyata Residen enggan menerimanya. Residen memintanya untuk mengirimkan pada Kementerian Dalam Negeri pemerintah pusat.
Dia lalu meminta Letnan Godjali serta beberapa tentara muda menyerahkan harta tersebut pada pemerintah RI yang kala itu berada di Yogyakarta. Semua barang dikirimkan secara utus dan diterima Sekretaris Kementerian Dalam Negeri, Sumarma.
Ekspres (29/9/1972) mengatakan nilai emas mencapai Rp 6 miliar. Detilnya adalah 7 kg emas dan 4 kg berlian yang berasal dari Perkebunan Pondok Gede Bogor.
Laporan tim menyebutkan harta karun diserahkan pada Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta. BNI saat itu dipimpin oleh Margono Dojohadikusumo. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 683 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 634 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 470 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 454 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik