Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Adik Kim Jong Un Komentari Petisi Buat Makzulkan Presiden Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Adik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Yo Jong turut mengomentari petisi warga Korea Selatan untuk memakzulkan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.
Yo Jong menilai di bawah pemerintahan Suk Yeol, Korsel kerap memprovokasi Korut yang menyebabkan tensi lebih tinggi di Semenanjung Korea.
"Dunia harus lebih memperhatikan fakta bahwa sejumlah orang membuat petisi untuk melayangkan mosi tidak percaya kepada Yoon Suk Yeol kini sudah tembus satu juta," ujar Yo Jong seperti dikutip dari AFP.
Dalam kesempatan itu, Yo Jong kembali mengecam aksi latihan militer Korsel di dekat perbatasan Korut. Ia menyebut latihan itu sama saja dengan "bunuh diri" dan mengancam akan ada "bencana yang amat mengerikan."
Seoul menghentikan kesepakatan militer dengan pertimbangan mengurangi ketegangan setelah Korut mengirim ratusan balon sampah dan tinja. Militer Korsel kemudian melanjutkan latihan penembakan. di pulau-pulau perbatasan dan zona demiliterisasi yang membagi dua negara di Semenanjung Korea itu.
Yo Jong yang merupakan salah satu orang kepercayaan Kim Jong Un kemudian mengatakan bahwa langkah Korsel itu merupakan "tindakan yang tak ditutupi lagi dan provokasi yang tak termaafkan serta amat eksplisit memperburuk situasi."
Ia menambahkan bahwa latihan militer Korsel di perbatasan sebagai "histeria bunuh diri sehingga mereka harus harus menanggung bencana yang amat mengerikan."
"Jelas sekali bagi semua orang bahwa risiko latihan penembakan amunisi di dekat perbatasan merupakan langkah yang sembrono," ia menambahkan.
Ia menegaskan tidak akan segan mengerahkan pasukan militernya jika Korsel melanggar perbatasan dalam latihan militer Seoul.
Sementara itu, Seoul menegaskan Kim Yo Jong agar tidak ikut campur urusan domestik Korsel terkait isu soal pemakzulan Yoon Suk Yeol.
"Kami ingin membuat semua jelas bahwa sekali lagi Korea Utara berupaya memecah opini publik di tengah rakyat kami," demikian pernyataan dari Korsel.
Total sudah 1,3 juta orang yang menandatangani petisi pemakzulan Presiden Korsel itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 217 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 158 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang