Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Adik Kim Jong Un Komentari Petisi Buat Makzulkan Presiden Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Adik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Yo Jong turut mengomentari petisi warga Korea Selatan untuk memakzulkan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.
Yo Jong menilai di bawah pemerintahan Suk Yeol, Korsel kerap memprovokasi Korut yang menyebabkan tensi lebih tinggi di Semenanjung Korea.
"Dunia harus lebih memperhatikan fakta bahwa sejumlah orang membuat petisi untuk melayangkan mosi tidak percaya kepada Yoon Suk Yeol kini sudah tembus satu juta," ujar Yo Jong seperti dikutip dari AFP.
Dalam kesempatan itu, Yo Jong kembali mengecam aksi latihan militer Korsel di dekat perbatasan Korut. Ia menyebut latihan itu sama saja dengan "bunuh diri" dan mengancam akan ada "bencana yang amat mengerikan."
Seoul menghentikan kesepakatan militer dengan pertimbangan mengurangi ketegangan setelah Korut mengirim ratusan balon sampah dan tinja. Militer Korsel kemudian melanjutkan latihan penembakan. di pulau-pulau perbatasan dan zona demiliterisasi yang membagi dua negara di Semenanjung Korea itu.
Yo Jong yang merupakan salah satu orang kepercayaan Kim Jong Un kemudian mengatakan bahwa langkah Korsel itu merupakan "tindakan yang tak ditutupi lagi dan provokasi yang tak termaafkan serta amat eksplisit memperburuk situasi."
Ia menambahkan bahwa latihan militer Korsel di perbatasan sebagai "histeria bunuh diri sehingga mereka harus harus menanggung bencana yang amat mengerikan."
"Jelas sekali bagi semua orang bahwa risiko latihan penembakan amunisi di dekat perbatasan merupakan langkah yang sembrono," ia menambahkan.
Ia menegaskan tidak akan segan mengerahkan pasukan militernya jika Korsel melanggar perbatasan dalam latihan militer Seoul.
Sementara itu, Seoul menegaskan Kim Yo Jong agar tidak ikut campur urusan domestik Korsel terkait isu soal pemakzulan Yoon Suk Yeol.
"Kami ingin membuat semua jelas bahwa sekali lagi Korea Utara berupaya memecah opini publik di tengah rakyat kami," demikian pernyataan dari Korsel.
Total sudah 1,3 juta orang yang menandatangani petisi pemakzulan Presiden Korsel itu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7457 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2382 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan