Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Koster Tanggapi Soal Insiden Helikopter Terlilit Tali Layangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus helikopter terlilit tali layangan berlangsung tiga kali dalam sebulan ini. Atas insiden itu, Ketua DPD Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Bali I Wayan Koster meminta mengatur layangan dan helikopter supaya sejalan.
Layangan tetap boleh. Begitupun helikopter agar tidak terbang semaunya di atas pura dan lahan.
”Perlu diatur agar sama-sama bisa jalan, dimana boleh dimana tidak,” ujar Koster ditemui usai membeberkan haluan pembangunan Bali masa depan 100 Tahun Bali Era Baru di Balai Budaya Gianyar, Rabu (31/7).
Dikatakan bahwa Perda sudah ada. ”Tinggal laksanakan dengan konsisten. Yang melintas juga diatur. Kan kalau dia tertib kan gak mungkin terjadi insiden itu,” tegasnya.
Sementara itu, Nyoman Parta dari PDIP yang duduk di DPR RI juga mengungkapkan hal senada.
Dikatakan bahwa Perda itu mengatur tentang radius zona tertentu dilarang menaikkan layang-layang. ”Waktu itu jaraknya 9 kilometer dari Airport ke arah Gianyar. Intinya karena kita pada saat itu, layangan itu ada di Padanggalak. Bukan di tempat yang sekarang. Dulu hamparannya masih sangat luas,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, ternyata muncul usaha jasa yang memanfaatkan ruang udara pulau Bali sebagai atraksi wisata. Hal ini pun belum tertuang secara spesifik dalam Perda.
”Kita tidak sampai pada persoalan bahwa di udara akan jadi ruang untuk kebutuhan jasa pariwisata. Sehingga kita tidak mengatur tentang helikopter,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang