Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
NATO 'Dukung' Invasi Ukraina ke Rusia, Putin Janjikan Pembalasan Pedih
beritabali.com/cnbcindonesia.com/NATO 'Dukung' Invasi Ukraina ke Rusia, Putin Janjikan Pembalasan Pedih
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mengecam dukungan Barat atas serangan Ukraina yang tengah berlangsung di wilayahnya. Moskow memperingatkan bahwa pihaknya akan merespons dengan cara yang sengit.
"Kami ingin memperingatkan politisi yang tidak bertanggung jawab seperti itu di Uni Eropa, NATO dan luar negeri bahwa jika ada langkah agresif yang sesuai oleh rezim Kyiv, tanggapan Rusia akan segera menyusul ... dan akan sangat menyakitkan," kata Maria Zakharova, direktur departemen pers Kementerian Luar Negeri pada Rabu (4/9/2024), seperti dikutip Newsweek.
Pernyataannya disampaikan di sela-sela Forum Ekonomi Timur, yang diadakan setiap tahun di Vladivostok. Ini muncul sebagai tanggapan atas komentar baru-baru ini tentang serangan Kursk dari pejabat tinggi NATO.
Rusia menyebut ada dukungan diam-diam untuk serangan Ukraina oleh petinggi aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hingga Uni Eropa.
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu, Sekretaris Jenderal NATO-Jens Stoltenberg mengatakan kepada surat kabar Jerman Welt am Sonntag bahwa serangan Ukraina adalah tindakan membela diri terhadap agresi Rusia. Ia menyebut bahwa wilayah perbatasan adalah target yang sah untuk serangan Ukraina.
"Rusia telah melancarkan perang agresi yang tidak beralasan terhadap Ukraina selama lebih dari 900 hari dan sejak itu telah melakukan banyak serangan dari wilayah Kursk di seberang perbatasan terhadap Ukraina," kata Stoltenberg. "Tentara, tank, dan pangkalan Rusia adalah target yang sah di bawah hukum internasional."
Stoltenberg, yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia, menambahkan bahwa hak Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia "tidak berhenti di perbatasan."
Sementara, selama wawancara Council on Foreign Relations pada pertengahan Agustus, Jenderal Christopher Cavoli memuji "kejutan operasional dan taktis" yang telah dicapai Ukraina dengan serangan yang tak terduga.
Cavoli, Komandan Sekutu Tertinggi Eropa dan tokoh militer peringkat tertinggi kedua dalam NATO, menambahkan bahwa Rusia sejauh ini menunjukkan reaksi "lambat dan tersebar" terhadap serangan itu, dan telah gagal merumuskan strategi yang koheren untuk memukul mundur pasukan Kyiv.
Pada Kamis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell juga mengatakan bahwa Ukraina telah menunjukkan "banyak keberanian strategis" dengan meluncurkan serangan di dalam wilayah Rusia, dan bahwa operasi Kursk telah "merasa menjadi pukulan bagi narasi Putin tentang perang ini."
Serangan Kursk, yang dimulai pada 6 Agustus, terus membuat kemajuan ke wilayah perbatasan Rusia. Serangan ini menarik kecaman signifikan dari Moskow, yang juga mengkritik mereka yang mendukung Kyiv dalam apa yang dipandangnya sebagai perambahan ilegal di wilayahnya. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8163 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5679 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3550 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2401 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan