Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Dampak Gempa, 10 Bangunan di Gianyar Rusak Ringan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gempa berkekuatan 4,8 SR menggoncang Bali pada Sabtu 21 September 2024 pukul 07.26 wita. Gempa yang berpusat di Desa Medahan Blahbatuh, menyebabkan 10 kerusakan ringan.
Baca juga:
Gempa M 5,0 Guncang Bandung dan Garut
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Gianyar, kerusakan antara lain.
1. Genteng jatuh di SDN 2 Keramas Blahbatuh
2. Tembok penyengker Puri Blahbatuh roboh
3. Padmasana Pura Puseh Abianbase bagian atasnya retak dan berjatuhan.
4. Beberapa bangunan di Pura Gunung Jimbar Beng Gianyar rusak dan berjatuhan
5. candi bentar Pura Dalem Gede desa adat Bon Biu Blahbatuh mudranya rusak dan berjatuhan.
6. Rumah warga Dewa Gede Rai Desa Manukaya Tampaksiring retak.
7. SMP 3 UBUD, rusak ringan
8. SD 5 Bedulu, Blahbatuh Gianyar, Rusak Ringan
9. Pura Dalem Suwat, Desa Suwat, Rusak Ringan.
10.SD 2 Sayan, Rusak Ringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta membenarkan kejadian tersebut. "Sampai saat ini belum ada korban luka luka dan korban jiwa," jelas dia.
Terkait bencana, pihak BPBD telah melakukan penanganan. Bahkan TNI dan Polri di lingkup desa juga telah mendata. Serta melakukan dan membantu membersihkan puing reruntuhan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun