Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
116 WNI Pilih Bertahan di Lebanon Saat Timteng Membara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan 116 warga negara Indonesia (WNI) memilih tetap bertahan di Lebanon saat situasi di negara itu dan Timur Tengah membara.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha membeberkan angka tersebut dalam rilis resmi, Senin (7/10).
"Saat ini masih terdapat 116 WNI yang masih menetap di Lebanon dan mayoritas memilih untuk tetap tinggal di Lebanon," kata Judha.
Judha juga mengimbau agar para WNI yg masih berada di Lebanon terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, membatasi pergerakan dan hanya dilakukan saat ada keperluan esensial serta mengikuti arahan evakuasi dari KBRI Beirut.
Selain itu, dia mengimbau para WNI menunda perjalanan ke wilayah Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina dan Yaman hingga situasi aman.
Indonesia baru saja mengevakuasi 40 WNI dan satu warga negara asing (WNA) dari Lebanon. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin.
WNI yang dievakuasi itu terdiri dari 26 laki-laki dan 15 perempuan.
"Semuanya dalam kondisi sehat," ujar Judha.
Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.
Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga/instansi.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel menggempur secara membabi buta ke Lebanon. Mereka juga meluncurkan invasi ke negara itu yang disebut operasi darat lintas batas.
Hizbullah tak tinggal diam. Mereka balas meluncurkan rudal dan proyektil ke area kumpul pasukan Zionis. Pertempuran sengit pun pecah.
Di tengah pertempuran itu, Israel sedang bersiap membalas serangan usai Iran meluncurkan ratusan rudal pada pekan lalu.
Jika saling serang itu berlanjut, sejumlah pihak khawatir eskalasi meningkat di Timur Tengah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang