Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
116 WNI Pilih Bertahan di Lebanon Saat Timteng Membara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan 116 warga negara Indonesia (WNI) memilih tetap bertahan di Lebanon saat situasi di negara itu dan Timur Tengah membara.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha membeberkan angka tersebut dalam rilis resmi, Senin (7/10).
"Saat ini masih terdapat 116 WNI yang masih menetap di Lebanon dan mayoritas memilih untuk tetap tinggal di Lebanon," kata Judha.
Judha juga mengimbau agar para WNI yg masih berada di Lebanon terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, membatasi pergerakan dan hanya dilakukan saat ada keperluan esensial serta mengikuti arahan evakuasi dari KBRI Beirut.
Selain itu, dia mengimbau para WNI menunda perjalanan ke wilayah Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina dan Yaman hingga situasi aman.
Indonesia baru saja mengevakuasi 40 WNI dan satu warga negara asing (WNA) dari Lebanon. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin.
WNI yang dievakuasi itu terdiri dari 26 laki-laki dan 15 perempuan.
"Semuanya dalam kondisi sehat," ujar Judha.
Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.
Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga/instansi.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel menggempur secara membabi buta ke Lebanon. Mereka juga meluncurkan invasi ke negara itu yang disebut operasi darat lintas batas.
Hizbullah tak tinggal diam. Mereka balas meluncurkan rudal dan proyektil ke area kumpul pasukan Zionis. Pertempuran sengit pun pecah.
Di tengah pertempuran itu, Israel sedang bersiap membalas serangan usai Iran meluncurkan ratusan rudal pada pekan lalu.
Jika saling serang itu berlanjut, sejumlah pihak khawatir eskalasi meningkat di Timur Tengah. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan