Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Cegah Sampah Masuk Hutan Mangrove, Perlu Pemasangan Jaring di Bendungan Tukad Mati
BERITABALI.COM, BADUNG.
Masalah sampah di kawasan hutan mangrove Desa Adat Tuban, Kuta, Badung menjadi perhatian serius.
Menurut Agus Diana, Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari, terdapat dua sumber utama sampah kiriman dari laut dan sungai.
Sampah ini menyebabkan tingkat kematian tinggi pada bibit mangrove berusia di bawah dua tahun.
“Sampah dari sungai, terutama Tukad Mati, mendominasi. Bendungan di Tukad Mati tidak memiliki jaring sampah, sehingga sampah seperti plastik, kayu, hingga barang besar seperti kulkas masuk ke hutan mangrove. Bibit yang baru ditanam kerap tersapu dan mati," jelasnya, beberapa hari lalu di Tuban, Badung.
Ia juga menambahkan, sampah laut biasanya datang saat musim angin timur. Hutan mangrove seluas 45 hektar di kawasan ini tak hanya menjadi kotor, tetapi juga terganggu pertumbuhannya.
"Sampah yang menumpuk di akar mangrove muda mendorongnya hingga tumbang. Sekitar 15-30 ribu bibit mangrove berusia muda sangat rentan terhadap kerusakan akibat sampah," cetusnya.
Dirinya menyebutkan sampah tidak hanya berupa plastik, tetapi juga limbah rumah tangga seperti ember, kasur, hingga barang besar.
Kelompok nelayan Wanasari dan relawan luar negeri rutin membersihkan sampah, mengumpulkan hingga beberapa karung per hari. Namun, Agus menegaskan perlunya solusi permanen, seperti pemasangan jaring sampah di bendungan Tukad Mati, untuk mencegah aliran sampah masuk ke hutan mangrove.
“Kalau ada jaring sampah di bendungan, pekerjaan kami akan jauh lebih mudah. Sampah ini tidak hanya merusak mangrove, tetapi juga mencemari lingkungan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 477 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 321 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan