Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Sejarah Agama Khonghucu di Bali dan Kembalinya Perayaan Imlek
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Agama Khonghucu telah hadir di Bali sejak lebih dari seribu tahun yang lalu, berawal pada abad keempat Masehi, dan telah mengalami akulturasi dengan budaya lokal. Keberadaan agama ini turut berpengaruh pada kebudayaan Bali, terutama dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang kini dirayakan dengan meriah di pulau ini.
Menurut catatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Bali, hubungan antara Bali dan Tiongkok sudah terjalin lama, terutama dalam bidang perdagangan dan keagamaan.
"Pada masa itu, Raja Bali telah menjalin hubungan dengan kerajaan Tiongkok, yang tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga dalam hal keagamaan," ungkap Adinata, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Bali, saat dihubungi pada 2 Februari 2019.
Jejak Agama Khonghucu di Bali bisa ditemukan pada sejumlah klenteng (tempat ibadah) yang tersebar di berbagai wilayah, baik di Bali utara maupun selatan. Salah satu klenteng yang masih berdiri kokoh hingga saat ini adalah Klenteng Khongcu di Jalan Bisma, Denpasar, yang dibangun pada tahun 1975 dan diresmikan pada 9 Oktober 1977. Klenteng ini menjadi yang tertua di wilayah Kota Denpasar.
Pada masa Orde Baru, keberadaan Agama Khonghucu sempat dibatasi, dan umat Khonghucu tidak memiliki tempat ibadah resmi. Praktik ibadah dilakukan secara sederhana di rumah-rumah, sementara kegiatan belajar agama juga berlangsung dari rumah ke rumah.
Baru setelah era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, hak-hak sipil umat Khonghucu dipulihkan dan mereka kembali dapat melaksanakan ibadah di klenteng-klenteng yang ada.
Perayaan Tahun Baru Imlek, yang sebelumnya sempat dilarang selama pemerintahan Orde Baru, kini telah menjadi tradisi yang dihormati dan dirayakan setiap tahunnya oleh umat Khonghucu di Bali. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap keberagaman dan toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Dengan adanya kebebasan beragama dan pemulihan hak-hak sipil, umat Khonghucu kini dapat merayakan Tahun Baru Imlek secara penuh dan dengan semangat yang lebih besar, memperkaya budaya Bali yang sudah terkenal akan keramahannya dalam menerima berbagai pengaruh dan tradisi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan