Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Bale Peselang Pura Puseh Susut Tertimpa Pohon Tumbang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Angin kencang yang melanda wilayah Desa Buahan, Kecamatan Payangan, pada pukul 10.00 WITA kemarin, mengakibatkan pohon berumur ratusan tahun yang tumbuh di Pura Puseh DA. Susut, Buahan, tumbang.
Pohon yang belum diketahui jenisnya tersebut menimpa bale peselang, mengakibatkan kerusakan parah pada atap bangunan. Selain bale peselang, pohon tersebut juga menimpa bale gong dan candi di Pura Bale Agung.
Bendesa Adat Susut, I Ketut Kumaranatha, pada Kamis (6/2/2025) mengatakan bahwa kejadian pertama kali diketahui oleh Krama I Made Darnata dan I Wayan Jaga, yang rumahnya terletak di sisi barat pura. Krama mendengar suara gemuruh dari arah pura, dan setelah diperiksa, ternyata kayu di ujung barat laut pura tumbang.
"Kejadian ini segera dilaporkan ke prajuru," ujarnya.
Proses evakuasi dimulai pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WITA, diawali dengan ritual Matur Piuning. "Evakuasi dilakukan oleh Krama secara bergotong-royong," tambahnya.
I Ketut Kumaranatha juga mengungkapkan bahwa kayu tersebut sudah tiga kali direncanakan untuk dipangkas, namun selalu ada kendala sehingga akhirnya tumbang dengan sendirinya.
"Sebelumnya, kayu tersebut hendak ditebang, namun tiba-tiba terjadi kecelakaan pada warga yang akan memotongnya. Jika penebangan dilakukan sesuai jadwal, bisa saja ada korban jiwa. Mungkin ini adalah petunjuk dari Ida Sesuhunan," tuturnya.
Sementara itu, estimasi kerugian akibat kejadian ini masih dalam perhitungan oleh Kasi Perencanaan Pemdes Buahan.
"Sebelum kejadian, di wilayah kami memang terjadi angin kencang. Astungkara, kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun