Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Lontar 400 Tahun Warnai Pembukaan Festival Puja Stuti Saraswati
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Festival Khazanah Lontar Bali bertajuk "Puja Stuti Saraswati" akan digelar selama 10 bulan di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Karangasem.
Festival perdana tersebut secara resmi dibuka hari ini, Sabtu (8/2/2025), bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, dengan serangkaian seremoni hingga parade budaya dan parade lontar langka koleksi museum tersebut.
"Tujuan dari festival ini untuk melestarikan aksara, lontar, dan tradisi sastra. Jadi kegiatan ini semuanya berbicara tentang lontar mulai dari hulu hingga ke hilir dan skala festival ini bukan hanya kabupaten melainkan Bali," kata Ketua Yayasan Karya Bhuana Lestari, I Nengah Suarya, yang juga pendiri Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, selaku ketua panitia didampingi Sekretaris, I Nengah Sudana.
Pria yang juga menjabat Bendesa Adat Dukuh Penaban itu mengungkapkan, kegiatan festival ini dibiayai oleh Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana serta LPDP Kementerian Keuangan RI Tahun Anggaran 2024/2025.
Selama 10 bulan pelaksanaan festival, sedikitnya ada 9 agenda kegiatan yang akan dilakukan, di antaranya, Lontar Prasi, Parade Budaya, Digitalisasi Lontar, Workshop Pembuatan Blangko Lontar, Kemah Niastra, Workshop Usada, Upacara Saraswati, Pementasan Taman Penasar di Kecamatan Karangasem, dan Pementasan Taman Penasar di Kecamatan Abang yang melibatkan pementasan wayang.
Khusus untuk parade pada hari pembukaan, akan ditampilkan khazanah budaya lokal seperti baleganjur dan iring-iringan 15 jenis lontar yang akan dibawa oleh para pemangku setempat dengan urutan: Lontar Bhuana Kosa, salah satu lontar tua yang berusia sekitar 400 tahun, Lontar Kekawin Saraswati, Lontar Usada, Lontar Tutur, Lontar Babad, Lontar Asta Kosala Kosali, Lontar Rare, Lontar Satwa, Lontar Kawisesan, Lontar Sangkul Putih dan Kusuma Dewa, Lontar Wariga, Lontar Slokantara, Lontar Kidung, Lontar Parwa, dan Lontar Puja.
"Selain itu, karena festival ini skalanya Bali, jadi kami juga rencananya akan membuat workshop bedah lontar di daerah Denpasar dan Singaraja. Semoga ke depan festival yang pertama ini bisa berkelanjutan dan bisa diagendakan secara rutin," kata Suarya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3745 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1680 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang