Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Sopir Angkutan Siswa di Gianyar Keluhkan Pemotongan Upah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan sopir angkutan siswa (angsis) yang biasa mengantar siswa SMP di Gianyar mengeluhkan adanya pemotongan upah harian.
Sebelumnya, mereka menerima upah sebesar Rp 320 ribu per hari untuk dua kali angkutan pagi dan sore. Namun ketentuan baru membuat mereka kini menerima upah menjadi Rp 280 ribu.
Guna mempertanyakan nasib mereka, pada Kamis (13/2/2025), para sopir langsung mendatangi kantor Dinas Perhubungan Gianyar. Mereka menyampaikan keluhan mereka dikawal oleh kepolisian.
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, Made Arianta, menjelaskan bahwa pemotongan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merancang sistem pengupahan yang lebih seimbang. Sebab, ada sopir yang mendapatkan Rp150 ribuan dan hanya kebagian angkut pagi saja.
Arianta mengungkapkan bahwa sebelumnya, dalam temuan 2024, ada yang menerima antara Rp 140 ribu hingga Rp 170 ribu hanya untuk sesi pagi saja. Sementara yang mendapat angkutan pagi dan sore bisa mendapatkan hingga Rp 300 ribu.
"Pada 2025, kami rancang agar kesenjangan antara upah tidak terlalu besar," jelas dia.
Menurut Arianta, perumusan upah sopir angkutan siswa kini dihitung per sesi dengan menggunakan BOK (Beban Operasional Kendaraan) yang dihitung dua kali. Dalam perhitungan baru, instrumen gaji termasuk biaya investasi kendaraan, pajak Samsat, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta biaya servis sparepart.
Saat ini, sopir bisa mendapatkan dua kali angkutan dengan upah yang lebih besar, namun kini sistem tersebut diselaraskan dengan upah yang lebih standar. Untuk sesi pagi, sopir akan menerima 100 persen dari BOK, sementara sesi pagi dan sore akan mendapatkan 148 persen.
"Sekarang, meskipun ada pemotongan, sopir tetap bisa mendapatkan upah yang sebanding dengan beban biaya yang mereka tanggung," lanjut Arianta.
Arianta menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan sedang melakukan intensifikasi layanan. Pada 2024, dari 300 kuota armada, hanya 270 yang mendaftar. Jumlah angkutan pedesaan sudah maksimal, namun ada banyak trayek baru yang muncul, seperti trayek baru di Payangan dan Bukian yang bisa diakses menggunakan satu armada untuk dua rute.
Pada 2025, terdapat 181 trayek yang melayani 27 sekolah negeri, dengan kebutuhan armada sebanyak 369 unit. Saat ini, sudah terisi 311 armada. Meski sebagian besar armada mengalami kenaikan pendapatan, terdapat 113 armada yang mengalami penurunan pendapatan, meskipun penurunannya tidak terlalu signifikan. Pemerataan pendapatan menjadi salah satu tujuan utama dalam kebijakan baru ini.
"Kami berharap program ini bisa menciptakan pemerataan penghasilan di antara sopir angkutan siswa dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," pungkas Arianta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1323 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1016 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 855 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik