Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pariwisata MICE Bali Terdampak Efisiensi Anggaran, Rapat-rapat Banyak Dibatalkan
bbn/dok beritabali/Pariwisata MICE Bali Terdampak Efisiensi Anggaran, Rapat-rapat Banyak Dibatalkan.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelaku sektor pariwisata di Bali, utamanya di sektor MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions), mulai teriak imbas pemotongan anggaran pemerintah. Salah satu yang paling terkena imbas adalah perhotelan.
Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan, sudah terjadi banyak pembatalan pemesanan atau booking hotel.
"Banyak dibatalkan bookingan rencana rapat-rapat yang ada di daerah, utamanya terhadap wisatawan MICE. Dan sampai sedikit ekstrem, banyak yang bilang ke saya akan mengurangi pekerja (PHK) di MICE karena meetingnya berkurangan," kata Rai Suryawijaya, Senin (24/2/2025).
Kondisi ini diperparah karena hampir tidak ada konferensi, terutama skala internasional yang digelar di Bali sejak awal tahun 2025 ini. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana di awal tahun sudah mulai ada beberapa sub-agenda konferensi besar seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan World Water Forum (WWF).
"Kita mempunyai strategi ketika kehilangan market wisatawan MICE ini dari pemerintah karena efisiensi anggaran, kita sekarang lagi melobi-lobi internasional, melobi event-event itu agar bisa diselenggarakan di Bali khususnya dan di Indonesia," sebut Rai Suryawijaya.
Selain melobi dengan cara business to business dengan pelaku usaha di luar negeri, pengusaha juga melakukan lobi dengan kalangan pemerintah seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta maskapai agar lebih banyak menambah penerbangan langsung (direct flight) ke Bali.
Jika tidak, maka target pemerintah untuk mencapai hingga 16 juta wisatawan akan sulit tercapai. Pasalnya, pemotongan anggaran tersebut bakal membuat acara MICE semakin berkurang.
"Dari wisata MICE saja, menurut perspektif saya ya yang 40 tahun bekerja di sektor pariwisata ketika inilah kita harus mengisi tingkat dunia. Nah ini sangat dilematis. Jadi, target kita ditingkatkan untuk tahun 2025 ini, target pemerintahan pariwisata target kunjungan international tourist datang ke Indonesia kan 16 juta. Jadi Tahun 2024 ditargetkan 14 juta, tapi faktanya mendapat hanya 13,7 juta, ini kan dilematis. Target dinaikkan, anggaran diturunkan," kata Rai Suryawijaya. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1005 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 809 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 626 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 586 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik