Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Bale Pedanaan Pura Silayukti Roboh Diterpa Angin Kencang, Kerugian Capai Ratusan Juta
beritabali/ist/Bale Pedanaan Pura Silayukti Roboh Diterpa Angin Kencang, Kerugian Capai Ratusan Juta.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan bangunan Bale Pedanaan (Tempat Dana Punia) di Pura Silayukti, Desa Padangbai, Manggis, Karangasem, roboh pada Sabtu (22/3/2025).
Bangunan berukuran 9x8 meter tersebut ambruk sekitar pukul 14.00 WITA. Sebelum kejadian, sepasang pemedek sempat berteduh di bawah Bale Pedanaan, namun beruntung seorang pemangku memanggil mereka untuk berpindah ke tempat lain sesaat sebelum bangunan itu roboh.
Bendesa Adat Padangbai, I Made Sudiarta, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut berada di area jeroan (dalam) Pura Silayukti. Akibat insiden ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Saat ini warga sedang melakukan gotong royong untuk membersihkan bangunan yang roboh tersebut. Ya, sebelum kejadian katanya ada sepasang pemedek sempat berteduh di bawah Bale tersebut sebelum dipanggil oleh Jero Mangku untuk berteduh bersama-sama di tempat lain sehingga tidak sampai menimbulkan korban," ujar Sudiarta.
Lebih lanjut, Sudiarta mengaku sudah memiliki firasat sebelum kejadian, sehingga ia langsung bergegas ke Pura Silayukti. Awalnya ia mengira bangunan yang roboh adalah bangunan yang berada di Jaba Pura yang masih dalam tahap pembangunan. Namun, ternyata yang roboh adalah bangunan yang berada di dalam area jeroan pura.
Warga sekitar bersama pengempon pura kini tengah berupaya membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Hingga saat ini, cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun