Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Larangan Produksi Air Minum Kemasan di Bawah 1 Liter Menuai Protes
BERITABALI.COM, BULELENG.
Instruksi Gubernur Bali yang melarang produksi dan distribusi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai ukuran di bawah 1 liter menuai protes dari Direktur Utama PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, produsen air minum lokal Yeh Buleleng.
Pasalnya, kebijakan ini dinilai tidak mempertimbangkan potensi daur ulang dari kemasan plastik yang digunakan oleh perusahaan lokal. Padahal, produk mereka baru saja bangkit dari krisis.
Dirut PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Nyoman Artha Widnyana, pada Senin (7/3) mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya mendapat angin segar lewat Surat Edaran dari Ketut Lihadnyana saat menjabat Pj Bupati Buleleng, yang mendorong penggunaan produk lokal seperti Yeh Buleleng dalam kegiatan SKPD.
Namun kini, munculnya SE Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah Plastik kembali menjadi tantangan baru bagi kelangsungan produk lokal.
"Seakan-akan kami saja yang membuat sampah. Padahal plastik kami masih bisa didaur ulang. Sedangkan produk yang di minimarket tidak bisa didaur ulang," keluh Artha.
Ia menekankan bahwa sampah plastik tak hanya dihasilkan dari air minum kemasan, tapi juga dari beragam produk lain seperti minyak goreng, kopi, dan makanan ringan. Oleh karena itu, Artha berharap kebijakan ini dilihat secara lebih menyeluruh dan adil.
"Teman-teman (ASPADIN) sudah bergerak. Kami juga sudah bersurat ingin menghadap duluan. Namun perasaan saya sepertinya sulit diubah, karena sudah terlanjur keluar SE-nya. Tapi kami akan tetap berusaha," katanya.
Baca juga:
Koster Larang Produksi Air Minum Kemasan di Bawah 1 Liter, Produsen Diminta Buat dari Botol Kaca
Sebagai langkah antisipatif, pihaknya tengah menyiapkan inovasi berupa air minum kemasan dalam botol kaca. Sementara dalam jangka pendek, produksi air minum kemasan galon akan ditingkatkan.
"Untuk yang ukuran 1.500 liter memang sedikit peminat, yang beli paling atlet-atlet pas bertanding. Jadi untuk sekarang kami push di galon dulu," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar