Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Kapal Pesiar Seven Seas Mariner Sandar di Buleleng, Bawa 541 Turis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Buleleng kembali disambangi kapal pesiar, Jumat (11/4/2025). Kali ini giliran Seven Seas Mariner, yang membawa 541 turis mancanegara untuk menikmati berbagai Daya Tarik Wisata (DTW) di wilayah Bali Utara.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan bahwa kapal pesiar ini hanya melakukan kunjungan sehari, namun wisatawan akan dibawa mengelilingi berbagai destinasi unggulan di Buleleng.
“Mereka akan mengunjungi beberapa spot wisata seperti Taman Nasional Bali Barat, kawasan Desa Munduk hingga Desa Pancasari, City Tour Kota Singaraja, hingga kunjungan ke Pura Beji Desa Sangsit,” jelasnya.
Kedatangan Seven Seas Mariner ini menambah deretan kapal pesiar yang masuk ke Buleleng sejak awal tahun. Data Dinas Pariwisata menunjukkan sudah enam kapal pesiar yang singgah antara Januari hingga April 2025, dengan total hampir 10 ribu wisatawan.
“Kami targetkan ada 14 kapal pesiar yang datang ke Buleleng hingga akhir 2025 nanti. Ini tentu akan membawa dampak positif terhadap perekonomian di Buleleng khususnya bagi sektor transportasi, UMKM, restoran hingga destinasi yang ada,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4428 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2009 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 998 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun