Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Wabup Pandu Sidak Diam-diam RSUD Karangasem, Temukan Gedung Kumuh
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Diam-diam, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Karangasem, Rabu (16/4/2025). Ia berkeliling ke berbagai sudut rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut untuk melihat langsung kondisi fasilitas dan pelayanan yang ada.
Selama peninjauan, Wabup Pandu mencatat sejumlah permasalahan. Salah satunya adalah tumpukan barang-barang bekas medis (sampah alkes) yang dibiarkan menumpuk di sebuah gedung rusak bekas ruang SMF Bedah. Gedung tersebut tampak terbengkalai dan kumuh.
Tidak hanya itu, ia juga menemukan akar pohon liar yang menjalar dan masuk ke celah tembok di dekat area laboratorium rumah sakit. Situasi ini dinilai mengganggu estetika dan potensi membahayakan bangunan.
Pemantauan dilanjutkan ke area lobi yang sebelumnya telah diperbaiki namun belum digunakan. Di lokasi ini, Pandu mendapati dinding bagian selatan mulai ditumbuhi lumut dan beberapa titik tembok mengalami retak.
“Tadi saya lihat ada gedung rusak kemudian berisi tumpukan barang atau sampah yang kelihatan kumuh sekali. Gedung SMF Bedah yang sudah tidak dimanfaatkan ini jika sudah rusak dibongkar saja agar bisa dimanfaatkan sebagai lokasi bangunan baru nantinya," kata Wabup Pandu Prapanca Lagosa.
Menurutnya, RSUD Karangasem perlu dilakukan penataan menyeluruh, khususnya dalam hal kebersihan dan kenyamanan bagi pasien maupun pengunjung. Ia menyampaikan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan duet I Gusti Putu Parwata – Pandu Prapanca Lagosa, rumah sakit ini bisa menjadi fasilitas kesehatan yang layak dan dibanggakan masyarakat Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun