Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Fasilitas LNG Pertama di Bali Resmi Beroperasi di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Fasilitas niaga Liquefied Natural Gas (LNG) pertama di Bali resmi beroperasi di Kabupaten Tabanan.
Berlokasi di Desa Meliling, fasilitas ini dibangun oleh PT Wira Energi (WE) sebagai pusat distribusi strategis LNG bagi sektor komersial dan industri di Pulau Dewata.
Founder & CEO Wira Energi, Wira Rahardja, menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses energi bersih berbasis produksi dalam negeri di Bali.
"Setelah memimpin pengembangan pabrik likuifaksi LNG pertama di Jawa, kami percaya bahwa penguatan infrastruktur distribusi di wilayah seperti Bali akan mempercepat transisi energi nasional. Ini baru permulaan," ujarnya saat acara peresmian di Meliling, Tabanan, Jumat (30/5/2025).
Wira menyebutkan, peresmian fasilitas LNG di Tabanan sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi Pemerintah Provinsi Bali menuju Net Zero Emission 2045. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Bali pada bahan bakar fosil impor seperti LPG dan diesel.
"Termasuk juga mendorong pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor, termasuk pariwisata dan manufaktur," tambahnya.
Fasilitas ini memiliki kapasitas tangki microbulk mulai dari 1.000 hingga 10.000 liter, memanfaatkan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pelanggan memantau konsumsi gas secara real-time, melihat stok, dan menerima pengisian ulang otomatis.
Dalam hal pendistribusian, fasilitas LNG di Tabanan didukung armada Mobile Refueling Unit (MRU) yang dirancang khusus sesuai kondisi jalan di Bali, menjamin kelancaran pengiriman ke pelanggan.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, memberikan apresiasi terhadap hadirnya fasilitas ini.
"Potensi gas bumi di Indonesia ini luar biasa. Khususnya di Bali, terdapat peluang besar untuk menggali potensi tersebut agar wilayah ini memiliki ketahanan dan kemandirian energi berbasis gas bumi," katanya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas ESDM, Laode Sulaeman, menyebut target Net Zero Emission nasional 2060 masih jauh dari ideal.
"Sampai saat ini kita baru mencapai sekitar 15% bauran energi terbarukan. Kita perlu menurunkan konsumsi bahan bakar minyak dan mendorong teknologi bersih pada pembangkit berbasis batu bara. Pemanfaatan gas bumi dalam negeri adalah jawaban yang tepat untuk menjembatani transisi tersebut," ucap Laode.
LNG yang diproduksi dan didistribusikan dari fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di Bali, mulai dari hotel, restoran, kafe, dapur komersial, boiler industri, laundry komersial, rumah sakit hingga pembangkit listrik.
Dengan keunggulan harga yang kompetitif, lebih ramah lingkungan dengan pengurangan emisi CO2 sekitar 25%, serta teknologi pengisian tanpa residu, kehadiran fasilitas LNG di Tabanan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan energi bersih dan mandiri di Bali. (sumber: beritasatu.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8516 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3678 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2508 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar