Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Buleleng Siap Gelar Imunisasi Kejar Japanese Encephalitis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kesehatan Buleleng saat ini masih menunggu jadwal pelaksanaan program imunisasi kejar Japanese Encephalitis (JE) dari pemerintah provinsi.
Imunisasi ini rencananya akan diberikan kepada anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk mencegah penyebaran virus Japanese Encephalitis yang dapat menyebabkan radang otak.
Plt. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buleleng, Gede Artamawan pada Kamis (12/6) menyampaikan, pihaknya telah memetakan kebutuhan SDM, vaksin, alat suntik, dan tempat penyimpanan vaksin di seluruh wilayah Buleleng.
Namun, hingga saat ini jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Pemprov Bali. Imunisasi ini ditargetkan kepada anak-anak sebagai kelompok paling rentan tertular virus JE yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
“Imunisasi JE ini sangat efektif. Jika cakupan imunisasinya optimal, maka penyakit ini seharusnya tidak muncul. Namun karena sempat terhenti saat pandemi, celah-celah itu harus segera ditutup melalui program imunisasi kejar JE,” ungkap Artamawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui pemberian imunisasi ini, tubuh anak akan membentuk kekebalan sehingga meskipun digigit nyamuk pembawa virus JE, mereka tidak akan mudah tertular. Data imunisasi nantinya akan tercatat dalam buku KIA maupun aplikasi digital SMILE, sehingga riwayat imunisasi anak dapat dipantau secara akurat.
Artamawan pun berharap program imunisasi JE gratis ini dapat didukung penuh oleh masyarakat. "Vaksin JE ini sudah terbukti aman dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi. Jika masyarakat ragu, silakan datang ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan,” imbaunya.
Selain itu, Artamawan menegaskan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih untuk menekan populasi nyamuk penyebar virus. Meski begitu, ia menilai vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dan efisien dalam pencegahan penyakit JE.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5484 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3473 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2307 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1108 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan