Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Sejarah Blahkiuh Gemakan PKB 2025 Lewat Sekaa Gong Wira Agra Kusuma
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejarah Desa Blahkiuh di Kecamatan Abiansemal, Badung, menggema di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025. Sekaa Gong Wira Agra Kusuma, Desa Blahkiuh tampil memukau di panggung terbuka Ardha Chandra, Art Center Denpasar, Sabtu (11/7/2025).
Sekaa Gong Kebyar Dewasa (GKD) duta Kabupaten Badung ini berbagi panggung dengan Sekaa Gong Duta Kabupaten Buleleng, dan sukses memikat ribuan penonton yang hadir menyaksikan garapan bertema sejarah desa mereka.
I Gusti Made Darma Putra selaku konseptor menyatakan, Sekaa Gong Wira Agra Kusuma membawakan tiga buah garapan seni. Yakni Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi, Tari Kreasi Kebyaran, dan Fragmentari.
"Ketiga garapan ini terinspirasi dari Sejarah Desa Blahkiuh. Yaitu mulai dari sejarah Singasari sebagai cikal bakal Desa Blahkiuh. Kemudian adanya keberadaan Pura Luhur Giri Kusuma dengan berbagai taksunya dan adanya Tari Kecak Blahkiuh," ujarnya disela-sela penampilan.
Untuk Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi "Giri Kusuma" sebagai pembuka, Darma Putra menjelaskan garapan ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas anugerah kehidupan dan harmoni semesta.
"Tabuh ini sebagai bentuk refleksi sebuah euporia akan pencapaian hal tersebut, dituangkan lewat alunan melodi dengan ornamentasi pola ritme dalam sebuah pola garap Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi," katanya.
Sementara Tari Kreasi Kekebyaran berjudul "Kakundur" memanifestasikan permata budaya Desa Blahkiuh. Tarian ini lahir dari nafas leluhur dan terinspirasi keagungan Hyang Ratu Panji di Pura Luhur Giri Kusuma.
“KAKUNDUR bukan sekadar sebuah tari kreasi, tetapi pusaka gerak yang menari dalam gema waktu, menggetarkan bumi dengan irama cak yang terpatri abadi dalam Semesta Jagat Kertih," jelas Darma Putra.
Sebagai penutup, fragmentari berjudul "Sabda Prawara" menggambarkan kisah di balik kejayaan, ambisi kekuasaan, hingga pergulatan batin di persimpangan spiritual.
Sabda yang lahir dari bayang-bayang kekuasaan itu tak sekadar gema, melainkan gelegar yang menggetarkan langit batin dan meruntuhkan dinding keyakinan.
Dalam garapan ini, mantra sakral menggema dan medan laga berubah menjadi altar pengorbanan. “Sabda Prawara diujung lidah raja, takdir berbelok arah”.
Sekaa Gong Wira Agra Kusuma melibatkan total 32 orang penari dan penabuh dalam pementasan yang sarat makna tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1335 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1025 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 863 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 770 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik