Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Dorong Komite Nasional Kesejahteraan Hewan Ternak, Bali Jadi Titik Temu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Isu kesejahteraan hewan ternak di Indonesia mendapat dorongan baru lewat inisiasi pembentukan Komite Penasihat Kesejahteraan Hewan Ternak Indonesia yang digagas oleh Sintesia Animalia Indonesia bersama Asia for Animals (AfA) Farm Animal Coalition.
Inisiasi ini dibahas dalam diskusi lintas sektor bertajuk Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Sanur, Denpasar, Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi kesejahteraan hewan, hingga aktivis.
Tujuan dari pembentukan komite ini adalah membangun gerakan kesejahteraan hewan ternak berbasis kolaborasi, dengan pendekatan One Health and Welfare, serta mendorong kebijakan jangka panjang bersama pemerintah.
“Komite ini akan menjadi forum resmi untuk membahas isu kesejahteraan hewan secara struktural dan ilmiah. Ini penting untuk perbaikan berkelanjutan,” ujar drh. Sasa Vernandes, Chief Veterinary Officer Sintesia Animalia Indonesia.
Ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor untuk membuat praktik di lapangan lebih akuntabel.
Ketua Pokja Kesejahteraan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hastho Yulianto, M.M, menyampaikan bahwa regulasi terkait sudah ada, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi banyak hambatan.
“Maraknya pelanggaran aturan terjadi karena lemahnya penegakan hukum, rendahnya pemahaman, hingga kurangnya akses air bersih di lokasi peternakan. Maka kami butuh sinergi berbagai pihak,” jelas Hastho.
Forum ini turut didukung AfA Farm Animals Coalition secara internasional. Thanh Nguyen selaku Koordinator AfA menyebut bahwa forum ini sangat penting untuk menyatukan berbagai organisasi kesejahteraan hewan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Indonesia luas, organisasi tersebar. Bali menjadi titik temu yang ideal karena fasilitas lengkap dan kepedulian masyarakatnya tinggi, termasuk terhadap isu seperti perdagangan daging anjing,” ujarnya.
Thanh juga mendorong agar Bali menjadi contoh ideal wilayah yang mengharmoniskan pariwisata, budaya, dan kepedulian terhadap hewan. Ia juga menyoroti pentingnya pola makan nabati sebagai bagian dari kampanye kesejahteraan hewan.
Dengan rencana terbentuknya komite ini, para pemangku kepentingan berharap Indonesia dapat meningkatkan standar kesejahteraan hewan yang tidak hanya berdampak bagi hewan itu sendiri, tapi juga citra Indonesia di mata dunia, khususnya di destinasi wisata global seperti Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 745 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik