Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Rangga, Bocah Tegallalang yang Hidup Tanpa Orang Tua dan Bermimpi Jadi Guru
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di balik deretan rumah di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Tegallalang, Gianyar, tersimpan kisah inspiratif dari seorang anak laki-laki bernama I Gede Rangga Jayanta Waisnawa Putra.
Rangga, sapaan akrabnya, adalah siswa kelas 4 di SDN 2 Kedisan yang hidup dalam keterbatasan, namun memiliki semangat belajar dan cita-cita yang mulia.
Sejak berusia enam bulan, Rangga harus tumbuh tanpa kehadiran ayah dan ibu. Ayahnya telah menikah lagi, begitu pula dengan ibunya. Sejak saat itu, ia diasuh oleh kakeknya, I Nyoman Sudarma (80), dan neneknya, I Wayan Ginarsih (65), yang setiap hari bekerja sebagai pengamplas togog di Desa Pujung.
Meski hidup dengan seragam yang lusuh dan perlengkapan sekolah seadanya, Rangga tak pernah kehilangan semangat. Buktinya, ia mampu meraih peringkat empat di kelasnya. Di balik prestasinya, ada cita-cita besar yang ia simpan, yaitu menjadi seorang guru. Bukan untuk dirinya sendiri, tetapi agar kelak ia bisa menyalakan pelita di hati anak-anak yang hidup dalam kegelapan.
Namun, Rangga juga menyimpan kerinduan mendalam pada kedua orang tuanya. “Saya tidak pernah lupa sama orang tua, walaupun mereka telah pergi dan menikah,” ucap Rangga dengan polos, namun penuh makna.
Di usia senja, kakek Nyoman Sudarma tak lagi meminta banyak hal. Namun, ia berharap agar cucu-cucunya seperti Rangga bisa mendapatkan lebih banyak uluran tangan.
“Kami tidak butuh banyak, cukup agar cucu kami bisa sekolah, makan cukup, dan tumbuh dengan mimpi. Biar kami yang tua memanggul sisanya,” ujarnya sambil menahan haru.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 514 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 402 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 395 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik