Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Niluh Djelantik Balas Respons DPRD Gianyar: Kritik Saya Demi Rakyat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Senator DPD RI asal Bali, Ni Luh Ary Pertami Djelantik atau Niluh Djelantik, menanggapi pernyataan salah satu anggota DPRD Gianyar yang menyebut dirinya tidak memahami kondisi daerah. Dengan tegas, Niluh membantah anggapan tersebut.
“Niluh Djelantik tidak tahu tentang Gianyar? Niluh Djelantik bicara tanpa data? Pak, turun sebentar dari mobil dinas bapak. Silakan berjalan kaki di seluruh Kabupaten Gianyar, atau minimal di dapil bapak. Lihat dan rasakan jalan rusak, trotoar hancur, dan lampu penerangan yang nyaris tidak ada. Baca berita pak, sudah berapa banyak kecelakaan terjadi di Gianyar akibat kondisi itu,” ujarnya, Rabu (20/8).
Niluh menegaskan bahwa kritiknya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Gianyar.
“Bos bapak adalah rakyat. Harusnya bapak bersyukur karena saya membantu mengingatkan bupati. Saya yakin beliau paham maksud dan tujuan kritik saya,” tegasnya.
Menurutnya, timnya telah menyiapkan ratusan data dan pemberitaan terkait kondisi infrastruktur di Gianyar. Sebagai anggota Komite II DPD RI, Niluh menyebut dirinya memiliki kewenangan mengawasi kinerja pemerintah daerah di seluruh Bali, termasuk Gianyar.
“Bapak bilang Niluh Djelantik cawe-cawe. Niluh Djelantik cawe-cawe 100 persen untuk kepentingan masyarakat Bali. Kalau bapak, cawe-cawe untuk siapa? Berkenan kalau diaudit?” sindirnya.
Lebih lanjut, Niluh mengingatkan bahwa jabatan politik hanyalah sementara. Ia menantang DPRD Gianyar untuk membuktikan kinerja nyata.
“Bapak punya akses langsung ke pemegang anggaran. Bapak dan teman-teman bapak yang ketok palu setiap ranperda. Bisa sebutkan perda apa saja yang sudah disahkan dan bagaimana transparansi pelaksanaannya?” pungkas Niluh.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun