Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Website Pemkab Buleleng Jadi Sasaran Peretasan Judi Online
BERITABALI.COM, BULELENG.
Website resmi milik Pemkab Buleleng kembali menjadi sasaran upaya peretasan oleh situs-situs judi online. Aksi serangan digital ini bahkan disebut terjadi hampir setiap tahun.
“Situs judi online itu kan sudah dilarang, jadi cara mereka promosi ya dengan menyusupi website milik pemerintah,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng, Ketut Suwarmawan pada Senin (15/9).
Sejak awal tahun 2025, tercatat sudah tiga kali percobaan peretasan dilakukan. Modus yang digunakan adalah mengganti slider tampilan halaman utama menjadi promosi judi online.
“Isinya tetap sama, hanya slider yang diganti. Tetapi itu sudah cukup mengganggu dan merusak tampilan situs resmi kami,” jelasnya.
Suwarmawan menambahkan, website yang dikelola Organisasi Perangkat Daerah (OPD) paling rawan diretas karena banyak OPD belum memiliki tenaga IT khusus untuk merawat situs mereka. Beberapa situs juga dibangun oleh pihak ketiga tanpa pemeliharaan optimal.
Untuk mencegah serangan berulang, Pemkab Buleleng kini memperketat aturan pembuatan laman digital OPD. Setiap aplikasi wajib memenuhi standar keamanan dan melalui asesmen terlebih dahulu.
“Kalau OPD tidak segera memperbaiki, terpaksa kami take down. Karena kalau dibiarkan, bisa membahayakan sistem pelayanan pemerintahan,” tegasnya.
Selain itu, pemantauan harian dilakukan baik secara manual maupun melalui sistem Singa Pinter yang menghubungkan seluruh jejaring digital Pemkab Buleleng. Dengan sistem ini, kondisi aplikasi dapat diawasi real time dari command center.
“Kalau ada anomali, langsung bisa kami cek. Bahkan kalau terindikasi berbahaya, segera kami blokir dan laporkan ke BSSN,” terang Suwarmawan.
Namun, melacak asal peretas diakui bukan hal mudah. Identitas hacker kerap disamarkan sehingga sulit ditelusuri. “Kalau nomor telepon masih bisa dilacak, tapi untuk hacker beda. Identitasnya bisa palsu, bahkan KTP atau data lain bisa dipinjam. Jadi agak sulit dilacak secara detail,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Buleleng memastikan terus memperkuat benteng keamanan digital. Menurut Suwarmawan, perlindungan ini sangat penting karena website dan aplikasi pemerintah bukan hanya etalase informasi, melainkan bagian dari pelayanan publik yang harus terjaga kredibilitasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun