Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warung dan Kos di Denpasar Ludes Terbakar Diduga Akibat Gas Bocor

Jumat, 26 September 2025, 18:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Warung dan Kos di Denpasar Ludes Terbakar Diduga Akibat Gas Bocor.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Diduga karena gas elpiji bocor, dua warung dan dua kamar kos hangus terbakar di Jalan Gunung Gede, Lingkungan Mekar Buana, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat, pada Jumat 26 September 2025 sekitar pukul 07.00 WITA.

Terdata pemilik warung dan penghuni kos yang terbakar yakni Hamida (55), Mohamad Efendi (24), serta penghuni kos Maliki (27) dan Edi Susanto (38).

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, saksi pemilik warung Hamida menjelaskan sekitar pukul 06.30 WITA, ia bersama suaminya memasak di dapur warung menggunakan dua kompor gas ukuran 3 kg.

Namun, salah satu tabung gas habis. Saat suaminya mengganti tabung tersebut, tiba-tiba terdengar suara gas bocor. Secepat kilat api menyambar dan berkobar di dalam ruangan dapur. Pasangan suami istri itu langsung lari menyelamatkan diri.

Warga sekitar yang mendengar teriakan kebakaran berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya seperti selang dan ember plastik. Namun api dengan cepat menjalar ke kamar kos karena lokasinya berdempetan.

Sementara pemilik kos, Maliki, sempat mencoba memadamkan api dengan kain basah. Bahkan ada warga yang menyiram api dengan air, namun justru membuat kobaran semakin besar.

"Lantaran api tidak bisa padam, penghuni kamar kos menyelamatkan barang-barangnya. Perihal kebakaran ini dilaporkan ke petugas damkar," ungkap AKP Sukadi.

Sekitar pukul 07.30 WITA, petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan tujuh unit mobil berhasil memadamkan api setelah terus menyemprotkan air ke titik kebakaran.

"Dari peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan bangunan beserta isinya ludes terbakar. Total kerugian belum bisa ditafsir," beber AKP Sukadi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami