Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Pemkot Denpasar Pasang Kisdam di Muara Tukad Ayung Pascabanjir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menangani infrastruktur pascabencana banjir yang melanda pada 10 September lalu.
Salah satu langkah darurat yang dilakukan adalah pemasangan kisdam karung pasir di Muara Tukad Ayung, Banjar Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu.
Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air, Gandhi Dananjaya Suarka, mengatakan pemasangan kisdam merupakan metode efektif untuk menahan laju arus air dari hulu.
“Tujuan utama pemasangan kisdam ini adalah memblokir sementara aliran air, sehingga proses pembangunan kembali senderan yang jebol dapat berjalan lebih aman dan lancar,” jelasnya, Sabtu (27/9).
Senderan sungai yang tergerus sepanjang kurang lebih 700 meter dengan tinggi pasangan 3,5 meter dan pondasi 1 meter kini menjadi prioritas utama perbaikan. Struktur tanggul nantinya akan menggunakan pasangan batu kali untuk menjamin kekuatan dan ketahanannya.
“Kami menargetkan pengerjaan dapat rampung sebelum musim hujan tiba, sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa cemas,” imbuh Gandhi.
Selain mempercepat perbaikan fisik, Pemkot Denpasar juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan warga sangat penting untuk mencegah banjir serupa terulang kembali.
"Perbaikan ini diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan Denpasar menghadapi potensi bencana ke depan," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun