Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Musim Hujan Mulai Guyur Bali, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah melalui periode panas cukup panjang, hujan akhirnya mulai mengguyur sejumlah wilayah di Bali. Fenomena ini menandai awal musim hujan di Pulau Dewata.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Wirata, menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi awal musim hujan tahun 2025, sebagian wilayah Bali memang sudah mulai memasuki musim penghujan.
“Hujan yang terjadi sejak pertengahan Oktober ini disebabkan adanya belokan angin atau konvergensi di wilayah Bali, yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan. Kondisi ini tergolong normal,” jelasnya, Rabu (22/10/2025) di Tuban, Badung.
Wirata menambahkan, sebagian besar wilayah Bali berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat dalam tiga hari ke depan. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, maupun pohon tumbang.
Selain itu, masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku wisata bahari juga diminta berhati-hati terhadap potensi gelombang laut tinggi yang bisa mencapai dua meter atau lebih di perairan selatan Bali.
“Selalu perhatikan informasi resmi dari BMKG, khususnya peringatan dini cuaca ekstrem, agar aktivitas masyarakat tetap aman dan lancar,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2139 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1559 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun