Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Akhir Polemik Pengerukan Subak Tegal Tugu Gianyar dengan Wayan Setiawan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polemik pengerukan lahan di kawasan subak Desa Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar, akhirnya menemukan titik terang setelah digelar pertemuan antara pemerintah desa pada Kamis (4/12/2025), tokoh masyarakat, dan konten kreator Wayan Setiawan yang sebelumnya menyoroti aktivitas tersebut.
Pertemuan berlangsung di Kantor Desa Tegal Tugu dengan menghadirkan Perbekel Ketut Putrayasa, Bendesa Adat, para tokoh masyarakat, serta aparat keamanan desa. Suasana dialog berjalan hangat dan kondusif, menyusul viralnya video yang diunggah Wayan Setiawan terkait aktivitas pengerukan yang melibatkan keluar-masuk truk tanah di lokasi.
Usai pertemuan, Perbekel Tegal Tugu, Ketut Putrayasa menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah menemukan penyelesaian.
“Nggih sudah selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menerbitkan izin terkait pengerukan atau pengurugan lahan.
“Tyang cuma klarifikasi bahwa di desa tidak ada kewenangan untuk mengeluarkan izin apapun termasuk tanah uruk itu. Dan penataan lahan nike atas kemauan pemilik lahan itu sendiri. Karena warga kami membuat surat pernyataan ke desa untuk penataan lahannya setelah semua tanda tangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Putrayasa mengatakan bahwa seluruh pihak yang bersinggungan dengan lahan tersebut telah menyetujui proses penataan sejak awal.
“Penyanding di sebelah tanahnya dan pekaseh sudah tanda tangan. Baru tyang tanda tangan mengetahui. Nike manten (saja) yang tiang bicarakan tadi,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, penataan lahan tersebut telah berlangsung sejak 2024. Lahan yang tergolong tinggi itu tidak memperoleh aliran air subak sehingga pemilik lahan memutuskan melakukan pengerukan dalam volume besar agar setara dengan lahan di sekitarnya.
Aktivitas tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah Wayan Setiawan, konten kreator asal Badung, mendatangi lokasi dan mendokumentasikan suasana di mana truk-truk pengangkut tanah terlihat hilir mudik.
Dengan adanya pertemuan dan klarifikasi resmi dari pihak desa, polemik yang sempat memanas di ruang publik ini pun berangsur mereda.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun