Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pekaseh Subak Bubun Ditemukan Tewas di Irigasi Sukawati

Selasa, 16 Desember 2025, 11:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pekaseh Subak Bubun Ditemukan Tewas di Irigasi Sukawati.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Seorang pekaseh Subak Bubun atau kepala pengelola sawah ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Subak Gede Sukawati, Kabupaten Gianyar, Senin (15/12) sekitar pukul 12.00 WITA. Korban diketahui bernama I Made Merta, yang akrab disapa Mangku Anggun.

Kapolsek Sukawati, Kompol Ketut Suaka, menjelaskan penemuan jenazah berawal dari laporan warga. Seorang warga yang melintas di sekitar lokasi dan hendak buang air kecil melihat bagian tangan manusia dari dalam saluran irigasi yang airnya sedang mengalir.

“Laporan kami terima sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban terjatuh atau tenggelam di lokasi kejadian,” ujar Kompol Ketut Suaka di lokasi.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh tim BPBD Kabupaten Gianyar dengan bantuan ambulans PMI Gianyar dan dibawa ke RS Ari Canti Mas, Ubud, untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga korban telah berada di rumah sakit.

Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, yang turut berada di lokasi kejadian, menyampaikan bahwa dirinya segera menghubungi keluarga korban setelah menerima informasi kejadian tersebut.

“Saya langsung menghubungi anak korban dan mengabarkan bahwa bapaknya terjatuh. Anak korban kemudian segera datang menjemput,” ujarnya.

Dewa Putra mengenang almarhum sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap tugasnya sebagai pekaseh. Menurutnya, korban dikenal rajin memantau kondisi saluran irigasi dan aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Kalau ada saluran mampet atau aliran air terganggu, beliau selalu turun langsung dan berkoordinasi dengan desa,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang saksi bernama Aan, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mengaku sempat melihat korban terakhir kali pada Minggu (14/12) sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, korban terlihat sedang mengangkat penutup gorong-gorong di sekitar lokasi penemuan jenazah.

“Waktu itu air sedang besar karena hujan deras. Motornya diparkir di pinggir jalan,” ungkap saksi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami