Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Kejari Buleleng Dinilai Lambat, Warga Sudaji Desak Kasus Perbekel Dibawa ke Tipikor
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng mempercepat proses penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan Perbekel I Made Ngurah Fajar Kurniawan.
Lambannya penanganan perkara yang dilaporkan sejak Juli 2025 membuat warga geram hingga menyegel kantor perbekel.
Dalam mediasi bersama Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, Senin (22/12), perwakilan warga Gede Artayasa meminta Kejari memberikan kepastian tindak lanjut laporan. Ia menyebut temuan Inspektorat Buleleng menunjukkan adanya penyimpangan dana desa mencapai Rp425.313.302.
Meski kerugian sempat dikembalikan ke kas desa, Artayasa menilai tindakan itu tidak menghapus unsur pidana. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi aparatur desa lain.
"Kalau ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk kedepannya, khusus untuk kepala desa. Nanti akan ada seruan seolah-olah boleh korupsi, ketika ada temuan tinggal dikembalikan. Apa fungsi undang-undang, KUHP, hukum acara, maupun UU Tipikor. Kan nggak ada gunanya. Bakar aja itu," tegasnya.
Atas dasar itu, warga mendesak agar kejaksaan segera melakukan penyelidikan dan penyidikan serta melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor. Jika tetap tidak ada progres, Artayasa mengancam akan membawa persoalan ini hingga Presiden.
“Kami sangat menjunjung asas praduga tak bersalah. Persidangan yang bisa membuktikan. Tapi tugas kejaksaan, melakukan penyelidikan, penyidikan dan tuntutan. Walaupun uang sudah dikembalikan, tidak bisa menghapus hukuman. Mens rea-nya jelas. Jika tidak ditindaklanjuti, sekarang 7 surat meluncur, sampai ke Presiden," katanya.
Aksi penyegelan kantor perbekel disebut sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap lambatnya penanganan perkara. "Bukan agak lambat, tapi sangat lambat. Waktu itu kenapa disegel, karena anak-anak kalap. Saya dengan pak Kapolsek mundur, nggak mau terjadi bentrok. Massa sedang beringas, marah, luar biasa kecewa," terangnya.
Dalam mediasi, ia menyatakan akan berupaya membuka segel agar pelayanan masyarakat dapat berjalan kembali. "Pasti pelayanan publik terganggu. Saya juga sedih. Tapi sudah ada langkah-langkah konkret dari bupati maupun camat agar pelayanan tidak terganggu. Hari ini akan kami buka," terangnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa mediasi digelar untuk meredam situasi dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Ia berharap warga menjaga situasi desa tetap kondusif.
"Disepakati nanti pak camat yang akan mendampingi. Jadi pendampingan tetap dari kami, untuk mengawal bahwa situasi di Sudaji itu berjalan dengan kondusif," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8469 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5819 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3645 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2473 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar