Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Gudang Solar Ilegal di Suwung, Polda Tetapkan Lima Tersangka
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengerebekan gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Penggerebekan dilakukan pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WITA.
Kelima tersangka masing-masing berinisial NN (54), MA (48), ED (28), ND (44), dan AG (38). Dari hasil penyidikan, NN diketahui sebagai pemilik gudang sekaligus penanggung jawab utama seluruh aktivitas penimbunan BBM ilegal tersebut. Sementara empat tersangka lainnya berperan sebagai karyawan.
Selain menetapkan tersangka, penyidik juga menyita ribuan liter solar subsidi serta sejumlah kendaraan pengangkut dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.
Dalam jumpa pers di lokasi kejadian, Selasa (30/12/2025), hanya dua tersangka yang dihadirkan, yakni ND dan AG. Tiga tersangka lainnya, yakni NN, MA, dan ED yang diketahui berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tidak memenuhi panggilan penyidik.
"Ketiga tersangka telah dilayangkan panggilan kedua. Penyidik akan melakukan upaya hukum lanjutan apabila kembali tidak hadir," tegas Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Pol Teguh Widodo.
Kombes Teguh menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan sopir mobil Isuzu Panther berinisial ED. Dari hasil interogasi, ED mengaku sedang mengangkut BBM solar bersubsidi yang dikumpulkan dengan cara membeli secara berkeliling di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Denpasar dan Badung.
"BBM itu untuk dikirimkan ke PT. Lianinti Abadi yang berlokasi di Jalan Pemelisan. Tim kemudian menelusuri ke gudang tersebut hingga ditemukan sejumlah mobil lainnya yang juga dimodifikasi tangkinya,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3300 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 774 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 712 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman