Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Super Flu Merebak, Dinkes Denpasar Tingkatkan Kewaspadaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 warga Indonesia terjangkit influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu.
Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengambil langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kota Denpasar.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Penyakit yang disebut super flu ini dilaporkan menyerang berbagai kelompok usia, dengan dominasi pada anak-anak dan perempuan.
Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kota Denpasar. Meski demikian, langkah antisipatif tetap dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan.
"Kita tingkatkan kewaspadaan melalui peningkatan peran surveilans dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)," kata Candrawati.
Selain penguatan surveilans, Dinas Kesehatan Kota Denpasar juga meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga fasilitas kesehatan lainnya agar siap menangani apabila ditemukan kasus serupa.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah atau saat sakit. Lalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan jika memungkinkan," paparnya.
Super flu umumnya menunjukkan gejala yang muncul secara tiba-tiba, biasanya dalam rentang dua hingga tiga hari setelah terpapar virus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan penyakit tersebut agar risiko penularan dapat ditekan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3841 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang