Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Super Flu Merebak, Dinkes Denpasar Tingkatkan Kewaspadaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 warga Indonesia terjangkit influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu.
Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengambil langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kota Denpasar.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Penyakit yang disebut super flu ini dilaporkan menyerang berbagai kelompok usia, dengan dominasi pada anak-anak dan perempuan.
Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kota Denpasar. Meski demikian, langkah antisipatif tetap dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan.
"Kita tingkatkan kewaspadaan melalui peningkatan peran surveilans dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)," kata Candrawati.
Selain penguatan surveilans, Dinas Kesehatan Kota Denpasar juga meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga fasilitas kesehatan lainnya agar siap menangani apabila ditemukan kasus serupa.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah atau saat sakit. Lalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan jika memungkinkan," paparnya.
Super flu umumnya menunjukkan gejala yang muncul secara tiba-tiba, biasanya dalam rentang dua hingga tiga hari setelah terpapar virus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan penyakit tersebut agar risiko penularan dapat ditekan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 618 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 504 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan