Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kadung Tresna, Genjek Mahasiswa ISI Denpasar Bikin Natya Mandala Bergemuruh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suasana Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bergemuruh oleh riuh tepuk tangan penonton pada Rabu (14/1/2026) malam.
Antusiasme penonton dipicu oleh pementasan karya karawitan Genjek bertajuk "Kadung Tresna", sebuah garapan inovatif mahasiswa Program Studi Seni Karawitan, Komang Robin Purnama.
Karya yang dipentaskan sebagai tugas akhir sekaligus implementasi program "ISI Bali Berdampak" ini berhasil memikat perhatian lewat perpaduan vokal yang dinamis serta harmonisasi instrumental yang tertata apik.
Ditemui di sela pementasan, Komang Robin Purnama mengungkapkan motivasi utamanya mengangkat kesenian genjek yang dinilai mulai jarang hadir di tengah masyarakat desa.
"Karya ini berangkat dari keinginan saya untuk merevitalisasi kesenian genjek yang mulai jarang dipentaskan di desa," ujar Robin.

Ia menegaskan, genjek tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga memiliki peran sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. "Melalui karya ini, saya berupaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan, canda, dan ekspresi musikal masyarakat sebagaimana yang terkandung dalam genjek tradisional," tambahnya.
Sesuai dengan judulnya, "Kadung Tresna" yang berarti Terlanjur Cinta, karya ini sarat dengan muatan emosional. Robin mengungkapkan, ide garapan tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya dalam perjalanan menemukan cinta sejati.
"Karya ini mengisahkan perjalanan cinta sepasang kekasih yang terlanjur saling mencintai. Bermula dari pertemuan tidak disengaja, rasa penasaran, hingga tumbuh keberanian untuk ke jenjang yang lebih serius," jelas Robin memaparkan alur cerita karyanya.
"Saya ingin mengungkapkan betapa sayangnya saya kepada seseorang itu dan keseriusan untuk memilikinya," lanjutnya.
Pementasan berdurasi sekitar 11 menit tersebut disusun dengan struktur dramatik yang dinamis. Bagian awal dibuka dengan nuansa kebyar dan kidung yang merepresentasikan manisnya masa pendekatan atau PDKT. Bagian tengah menampilkan dialog vokal lanang-wadon yang saling bersahutan, diiringi instrumen jublag undir dan penting. Pada bagian akhir, vokal genjek dibawakan secara serempak dengan tempo cepat yang menggambarkan suasana kegembiraan.
Pementasan ini turut didukung oleh Sanggar Ari Wangsa serta rekan-rekan mahasiswa ISI Denpasar. Robin berharap karya tersebut dapat memberikan dorongan positif bagi generasi muda Bali.
"Semoga karya ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman," pungkas Robin menutup keterangannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun