Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Latar Belakang Keluarga ODGJ dengan Bayi di Pantai Sangsit Tak Jelas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Sosial Kabupaten Buleleng menitipkan seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) beserta bayi yang dilahirkannya di Pantai Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, ke sebuah rumah aman.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi, sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar pascamelahirkan.
Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengatakan perempuan bernama Neny Pungwam, warga Kampung Asarbei, Desa Asarbei, Kecamatan Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, bersama bayi perempuannya kini dititipkan di rumah aman milik Yayasan Anak Domba yang berlokasi di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
“Bayinya kami titip di rumah aman bersama ibunya karena sangat penting agar tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya,” jelasnya saat dikonfirmasi Jumat (16/1).
Untuk kebutuhan bayi seperti popok dan perlengkapan lainnya, Dinas Sosial Buleleng telah berkoordinasi dengan pihak yayasan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi.
“Kebutuhan bayi kami siapkan bersama yayasan,” tambahnya.
Mengingat Neny bukan warga Buleleng, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali terkait kemungkinan pemulangan ibu dan bayi tersebut ke daerah asalnya di Papua Barat.
“Sudah kami komunikasikan dengan Dinas Sosial Provinsi, nanti dari provinsi akan berkoordinasi dengan daerah asalnya,” katanya.
Terkait latar belakang keluarga, Kariaman menyebutkan keterangan yang disampaikan Neny masih simpang siur. Hingga kini, keberadaan keluarga perempuan tersebut juga belum diketahui secara pasti, sehingga menyulitkan proses penelusuran lebih lanjut.
“Pengakuannya, dia (Neny) datang ke Bali bersama ibunya, saat umurnya masih tiga bulan. Apakah dia juga ditelantarkan oleh ibunya, atau seperti apa sulit untuk dipercaya karena kondisinya yang mengalami gangguan kejiwaan," ucap Kariaman.
Dari hasil pendampingan awal, diketahui Neny melahirkan bayinya seorang diri di sekitar pantai. Ia diketahui tinggal di sebuah gubuk sederhana di kawasan pantai sebelum akhirnya melahirkan tanpa bantuan siapa pun.
“Dia melahirkan sendiri di pantai. Kalau ditanya siapa ayah bayi atau pelakunya, jawabannya juga tidak jelas, jadi cukup sulit untuk didalami,” pungkas Kariaman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4550 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2356 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2010 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1614 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1058 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun