Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada Singaraja

Kamis, 29 Januari 2026, 09:33 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada Singaraja.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Wakil Gubernur Bali,

Nyoman Giri Prasta, menghadiri sekaligus mengikuti persembahyangan serangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada yang berlangsung khidmat di Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Rabu (28/1).

Kehadiran Wakil Gubernur Bali dalam yadnya tersebut menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan spiritual, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh krama Bali. Persembahyangan dilaksanakan bersama krama pengempon, krama pengemong, serta umat sedharma yang dengan penuh ketulusan ngayah lan ngaturang bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam suasana penuh taksu, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya. Ia menegaskan bahwa krama telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya, mulai dari upacara di lingkungan keluarga, desa adat, hingga rahina jagat. Pengorbanan tersebut juga mencakup pembangunan fisik pura, pengadaan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan upacara seperti gong sakral.

Ia menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan Pura Mas Pidada merupakan bentuk “membangun jembatan emas” bagi generasi mendatang. Dengan selesainya pembangunan fisik saat ini, generasi penerus diharapkan akan memiliki beban yang lebih ringan dan dapat fokus pada pelestarian nilai-nilai spiritual dan budaya Bali.

“Ke depan, saat pelaksanaan pujawali, kalau bisa akan didukung oleh pemerintah, sehingga krama cukup hadir untuk ngayah dan menghaturkan bhakti,” ungkapnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak sampai menggerus akar budaya Bali. Ia menyebut Singaraja sebagai salah satu pusat lahirnya maestro-maestro topeng yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan.

Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada. Gong tersebut tidak semestinya diganti, melainkan direstorasi dan diperbaiki apabila mengalami kerusakan karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Dalam doa yang dipanjatkan, Wagub Bali mendoakan agar masyarakat senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud rasa bhakti kepada krama masyarakat dan Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Mas Pidada.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa Pura Mas Pidada merupakan sungsungan jagat sekaligus sungsungan keturunan Gusti Ngurah Batu Lepang yang diempon oleh Banjar Adat Tegal. Dengan jumlah pengempon sekitar 100 orang, pura tersebut menjadi salah satu pura pemaksan di wilayah setempat.

Menurut cerita leluhur, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang identik dengan peninggalan asal Jawa, di antaranya kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara. Selain itu, terdapat gamelan Kedencong yang kesamaannya hanya ditemukan di Solo, keberadaan paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh proses perbaikan dan pembangunan Pura Mas Pidada bersumber dari hibah Program Angelus Bhuana yang disalurkan saat Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung.

Atas dukungan tersebut, seluruh prajuru adat dan dinas serta krama pengempon Pura Mas Pidada menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Dukungan tersebut dinilai tidak hanya bermakna secara fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat krama dalam menjaga warisan leluhur dan kesucian pura.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran adat dan dinas serta masyarakat setempat, menandai kebersamaan antara pemerintah dan krama dalam merawat budaya, spiritualitas, dan jati diri Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami