Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tanah Longsor Terjang Pura Kelembu di Ubud, Tiga Bangunan Rusak

Selasa, 24 Februari 2026, 14:48 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tanah Longsor Terjang Pura Kelembu di Ubud, Tiga Bangunan Rusak.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Peristiwa tanah longsor menerjang Pura Kelembu, Desa Adat Mas, Banjar Satria, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Akibat kejadian tersebut, tiga bangunan di area pura mengalami kerusakan cukup parah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp500 juta. Longsor dipicu curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di wilayah Ubud dan sekitarnya.

Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah yang labil membuat senderan tembok di sisi selatan pura tidak mampu menahan tekanan tanah.

“Benar telah terjadi tanah longsor di Pura Kelembu Desa Adat Mas sekitar pukul 06.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga bangunan terdampak cukup parah,” ujarnya.

Kapolsek Ubud menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar untuk penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar dan tim sedang menuju lokasi. Proses pembersihan material belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca masih hujan dan angin kencang, sehingga berisiko bagi keselamatan petugas,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar tebing atau lereng. Kondisi tanah yang masih labil dikhawatirkan berpotensi memicu longsor susulan di tengah musim penghujan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di sekitar tebing atau lereng. Tidak menutup kemungkinan masih ada potensi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil,” tegas Kapolsek.

Adapun tiga bangunan yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut yakni Piyasan, Bale Gong, dan Bale Penyimpanan Banten. Ketiganya tertimpa reruntuhan senderan tembok sisi selatan pura yang ambrol.

Salah seorang saksi mata, I Kadek Mertha (43), warga Banjar Tarukan, Desa Mas, mengungkapkan bahwa longsor terjadi saat hujan masih mengguyur kawasan tersebut dan disertai angin kencang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami