Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




WNA Selandia Baru Ditemukan Tewas di Guest House Ubud

Senin, 9 Maret 2026, 17:06 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/WNA Selandia Baru Ditemukan Tewas di Guest House Ubud.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Seorang warga negara asing asal Selandia Baru ditemukan meninggal dunia di kamar sebuah penginapan di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Minggu (8/3/2026).

Korban diketahui bernama Leigh Martin Cox (67) yang sementara tinggal di Nyoman Sandi Guest House, Jalan Raya Sri Wedari No.64, Lingkungan Taman Kaja, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud.

Korban pertama kali ditemukan oleh karyawan guest house, Ni Ketut Ayu Arinandini sekitar pukul 10.00 WITA saat hendak membersihkan kamar yang ditempati korban.

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya ia mengetuk pintu kamar korban namun tidak mendapat respons. Karena merasa curiga, saksi kemudian mengintip melalui celah jendela dan hanya melihat bagian kaki korban.

Ketika pintu kamar akhirnya dibuka, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bergerak di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang telah menghitam.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya kepada pemilik guest house I Nyoman Sandi. Laporan kemudian diteruskan kepada kepala kewilayahan setempat dan pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Ubud yang dipimpin Pawas AKP I Wayan Sukarta bersama personel piket fungsi tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA untuk melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dari Nusa Medical Clinic Ubud guna melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Hasil pemeriksaan sementara oleh dokter I Komang Wisnu Satria menunjukkan korban telah meninggal dunia dengan sejumlah tanda kematian, di antaranya tidak adanya denyut nadi, refleks pupil negatif, serta ditemukan lebam dan kaku mayat.

Selain itu, pada tubuh korban juga ditemukan tanda-tanda pembusukan lanjut yang mengindikasikan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan luka terbuka maupun tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam atau benda tumpul,” ungkap sumber di lapangan.

Saat olah tempat kejadian perkara, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan serta suplemen kesehatan di dalam kamar korban, di antaranya suplemen tulang, vitamin, obat maag, serta suplemen herbal.

Sejumlah barang pribadi korban turut diamankan petugas, seperti tiga unit telepon genggam, dua laptop MacBook, tablet, dompet, paspor, KITAS, kalung emas, serta sebuah perangkat penyimpanan kripto.

Sekitar pukul 13.40 WITA, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk penitipan sementara sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga.

Kapolsek Ubud Kompol Antara Putra membenarkan peristiwa tersebut. “Korban sudah di bawa ke rumah sakit untuk dititipkan," tutup dia.

Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara korban meninggal akibat henti jantung berdasarkan hasil pemeriksaan awal tenaga medis. Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait riwayat kesehatan korban serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami