Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




300 Mahasiswa Primakara Dampingi UMKM Bali agar Tangguh Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026, 23:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/300 Mahasiswa Primakara Dampingi UMKM Bali agar Tangguh Hadapi Ketidakpastian Ekonomi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Program pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan mahasiswa dinilai penting untuk membantu pelaku usaha agar mampu bertahan (survive) dan memiliki ketangguhan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, S.E., M.Si., saat membuka Program Pengabdian Masyarakat Desa bertajuk Kerthi Bali Sejahtera (KBS) di Kampus Primakara University, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, dukungan digitalisasi yang dilakukan oleh Primakara menjadi kebutuhan utama bagi UMKM di era globalisasi. Perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak bertransaksi secara online membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital.

"Pendampingan ini membantu UMKM untuk tetap bertahan (survive) dan memiliki ketangguhan, mengingat indikator "naik kelas" secara formal masih sulit diukur, namun digitalisasi adalah syarat utamanya," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Primakara University yang berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM. Menurutnya, upaya memajukan sektor UMKM tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Arya Dhyana mencatat, saat ini jumlah UMKM di Bali mencapai sekitar 448 ribu unit usaha yang terdata berdasarkan nama dan alamat. Namun data tersebut masih perlu diperbarui melalui program Sapa UMKM dari Kementerian UMKM agar tersedia satu sumber data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Rektor Primakara University, Dr. I Made Artana S,Kom., M.M, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat berupa pendampingan UMKM telah dijalankan kampusnya selama enam tahun. Program ini dimulai sejak awal pandemi ketika banyak UMKM mengalami kesulitan dalam transaksi dan penjualan.

Mahasiswa Primakara kemudian diterjunkan untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha. Kini program tersebut diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali melalui program Kerthi Bali Sejahtera, yang mendorong perguruan tinggi terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat desa.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendampingan selama ini terdapat tiga kendala utama yang dihadapi UMKM, yaitu basis bisnis, pemasaran (marketing), serta pengelolaan keuangan. Pendekatan yang dilakukan juga terus menyesuaikan perkembangan teknologi dan tren pasar, termasuk pemanfaatan platform digital seperti TikTok untuk pemasaran produk serta membantu akses pembiayaan usaha.

"Tema besarnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Desa temanya Kerti Bali Sejahtera kampus diminta membuat program program tertentu, di antaranya penanggulangan sampah termasuk sampah timbulan sekali pakai, ekonomi, pemanfaatan produk lokal untuk perputaran jadi masing masing kampus bisa memilih sesuai kekhasannya," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 300 mahasiswa diterjunkan dalam program ini. Setiap satu UMKM didampingi oleh tiga mahasiswa yang membantu berbagai aspek pengembangan usaha.

Pendampingan tersebut meliputi pengaktifan media sosial, pembuatan konten promosi digital, pengenalan sistem pembayaran QRIS, hingga membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., MH menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) untuk meluncurkan program KKN Tematik pada 2 Mei mendatang. Program tersebut bertujuan melibatkan perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing, seperti Primakara yang fokus pada penerapan teknologi bagi pelaku UKM dan industri kecil menengah (IKM).

Mahasiswa juga diharapkan mampu membantu membumikan program prioritas Gubernur Bali, salah satunya penanganan sampah berbasis sumber. Dalam program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan administratif, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan prototipe atau solusi inovatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung Bali menjadi daerah yang lebih bersih dan sejahtera melalui sektor pariwisata.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan BRIDA untuk menyatukan visi dalam menyosialisasikan berbagai program pemerintah melalui kegiatan KKN, bakti sosial, dan asistensi mengajar. Program tersebut mengusung tema besar Kerthi Bali Sejahtera, di mana setiap kampus dapat menjalankan program prioritas sesuai dengan keunggulan masing-masing.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak di antaranya;  Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Prof. Dr. I Made Damriyasa, M.S, Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Bidang Pendidikan dan Kesehatan Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Dr. I Dewa Made Agung, S.E., M.Si, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Made Wirya Santosa, S.T., M.Si, Perwakilan SMB Partnership Team TikTok Shop by Tokopedia Regine Lie, serta pejabat struktural Primakara University serta pelaku UMKM binaan Primakara University dan mahasiswa peserta pengabdian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami