Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tak Diajak Naik Gunung, Pelajar di Buleleng Aniaya Sepupu

Minggu, 29 Maret 2026, 14:51 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Tak Diajak Naik Gunung, Pelajar di Buleleng Aniaya Sepupu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Seorang pelajar berinisial KAW (15) asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap sepupunya sendiri.

Aksi tersebut dipicu hal sepele, yakni rasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung oleh korban berinisial KMPU (18).

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Minggu (29/3) mengungkapkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (25/3) sekitar pukul 20.00 Wita, di Jalan Raya Banyuatis-Wanagiri, tepatnya di depan Setra Desa Adat Munduk, Desa Banyuatis.

Menurut penjelasannya, KAW yang merasa kesal kemudian menantang korban melalui pesan WhatsApp untuk bertemu dan berkelahi. "Mereka sepakat bertemu di depan setra," kata Iptu Yohana.

Korban yang menerima tantangan tersebut datang lebih dahulu ke lokasi yang telah disepakati. Tak lama berselang, KAW datang bersama seorang pria lain yang tidak dikenal.

Tanpa banyak bicara, KAW langsung turun dari sepeda motor dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul dan menendang secara berulang kali.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan harus mendapatkan perawatan medis di RSU Santhi Graha Seririt. "Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Banjar, pada Jumat (27/3) kemarin," jelas Iptu Yohana.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Banjar yang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

"Masih dilakukan penyelidikan, dengan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," terangnya.

Iptu Yohana juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan kekerasan serta lebih bijak dalam menggunakan media komunikasi digital agar tidak memicu konflik yang berujung pada tindak pidana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami