Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
9 Kecamatan Adu Kreasi Lawar di HUT ke-422 Kota Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Suasana halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng tampak semarak pada Minggu (29/3) pagi. Sebanyak sembilan kecamatan di Buleleng ambil bagian dalam lomba ngelawar yang digelar sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja.
Lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita ini menjadi ajang pelestarian tradisi kuliner khas Buleleng. Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya daerah.
“Lomba ini kita gelar untuk melestarikan tradisi ngelawar di Kabupaten Buleleng. Lawar yang dibuat harus sesuai pakem khas Buleleng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap peserta wajib mengikuti aturan, mulai dari penggunaan bumbu hingga perlengkapan memasak. Penilaian pun dilakukan secara menyeluruh oleh tiga dewan juri, sejak tahap persiapan hingga penyajian akhir.
“Penilaian dimulai dari persiapan, proses pembuatan, sampai penyajian. Semua harus sesuai aturan yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Sementara Sekda Buleleng, Gede Suyasa yang juga menjadi salah satu juri dalam lomba mengatakan, ada tiga aspek utama dalam penilaian lomba ini. Pertama, terkait persiapan dan kebersihan dengan bobot 20 persen. "Kami lihat kelengkapan alat, kebersihan, sampai kesiapan peserta saat memasak,” jelasnya.
Aspek kedua adalah proses pembuatan lawar, mulai dari teknik mengolah bahan, menjaga kebersihan, hingga kerja sama tim. “Bagaimana mereka mengolah bahan, cara memasak, sampai kekompakan tim itu sangat berpengaruh,” tambahnya.
Sedangkan aspek ketiga adalah penyajian dan rasa dengan bobot penilaian terbesar, yakni 40 persen. “Sebagus apa pun prosesnya, kalau penyajian tidak menarik dan rasanya kurang enak, tentu nilainya akan turun,” tegas Suyasa.
Baca juga:
Rai Mantra Tinjau Lomba Lawar
Dalam lomba ini, peserta harus mengolah bahan yang telah disediakan, berupa 1,5 kilogram daging babi, 1,5 kilogram balung, serta 1,5 kilogram kulit babi, dengan waktu pengerjaan selama dua jam.
Suyasa menekankan, lawar khas Buleleng memiliki ciri tersendiri. Seperti potongan bahan yang cenderung besar dan bumbu yang kuat serta memiliki cita rasa pedas.
“Ciri khasnya itu potongan bahan seperti kacang, nangka, dan kulit dibuat agak besar, dengan bumbu yang kuat. Bahkan untuk lawar getih, pengolahannya harus disiram minyak panas agar lebih higienis,” jelasnya.
Melalui lomba ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai kuliner tradisional khas Buleleng yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan