Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Besakih Wajib Bebas Plastik, Koster: demi Kesucian Karya IBTK 2026
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menjelang puncak pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen kuat menjaga kesucian kawasan suci Pura Agung Besakih melalui kebijakan tegas pengendalian sampah, khususnya larangan total plastik sekali pakai.
Komitmen ini mengemuka dalam rapat persiapan akhir di Ruang Rapat Gedung Wyata Graha, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem, Selasa (31/3).
Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Danrem 163/Wirasatya, perwakilan Polda Bali, perwakilan Pemkab Karangasem, sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Bali, Kepala Badan Pengelola Kawasan Besakih, serta prajuru Pura Agung Besakih.
Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan parahyangan harus bebas dari sampah plastik.
“Yang ke parahyangan itu semuanya non plastik. Tidak boleh ada tas kresek, botol plastik, gelas plastik. Semua harus bersih, ini soal kesucian,” tegasnya.
Seluruh pemedek yang masuk akan diperiksa. Jika masih membawa plastik sekali pakai, maka tidak diperkenankan masuk sebelum diganti.
Tidak hanya itu, prinsip “bawa masuk – bawa pulang” juga diberlakukan secara ketat.
“Apa yang dibawa masuk harus dibawa pulang. Jangan buang di jalan, jangan di kawasan suci. Ini harus terus diumumkan, disampaikan, dan disebarluaskan agar seluruh masyarakat tahu” ujar Wayan Koster.
Demi suksesnya menjaga kesucian Pura Agung Besakih dan kebersihan lingkungan, edukasi dan sosialisasi secara masif serta pengawasan ketat akan terus dilakukan. Sebagai penguatan, panitia telah menyiapkan sekitar 200 spanduk imbauan kebersihan, edukasi langsung di lapangan, pengumuman berulang melalui pengeras suara, serta kampanye melalui media sosial.
Selain itu, pengawasan akan diperkuat dengan penempatan petugas di titik rawan, pemantauan melalui CCTV, hingga penindakan terhadap pelanggaran.
Titik rawan yang menjadi perhatian antara lain Parkir Kedundung, kawasan pedagang Bencingah, jalur pergerakan pemedek, hingga beberapa area yang sering dimanfaatkan pemedek untuk beristirahat. Isu lain yang menjadi perhatian serius adalah kebersihan pedagang dan keamanan pangan. Panitia bersama BPOM, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas akan melakukan edukasi pedagang, sampling makanan, hingga pemeriksaan rutin harian.
Sanksi tegas akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran guna mencegah potensi kasus keracunan makanan yang dapat mencoreng pelaksanaan karya.
Baca juga:
Puncak Karya IBTK 2025 di Pura Besakih Dipuput 9 Sulinggih, Umat Diimbau Bawa Pulang Sampah
“Kalau masih bandel, kita tutup dan blacklist. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegas Koster.
Tidak hanya pemerintah, berbagai unsur juga dilibatkan guna mendukung penyelenggaraan IBTK 2026, mulai dari sekolah (SD, SMP, SMA), komunitas relawan, pedagang, hingga desa adat seputaran Besakih sebagai wujud gotong royong menjaga kesucian kawasan.
Di tengah arus ribuan pemedek yang akan hadir selama 21 hari, pesan Gubernur terasa sederhana namun kuat:
“Ini bukan hanya soal acara besar, ini tentang menjaga kesucian Pura Agung Besakih, kesucian upacara yang digelar. Kalau kita disiplin, Besakih tetap suci dan bersih.” pungkas Gubernur Wayan Koster.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1886 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1716 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1278 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1146 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah