Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
TPA Suwung Buka Tutup, Dewan Soroti Ketidaktegasan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polemik penutupan TPA Suwung kembali mencuat setelah kebijakan pemerintah dinilai tidak konsisten. Buka tutup operasional TPA Suwung yang terus berubah dinilai menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Pemerintah disebut terkesan tarik ulur tanpa ketegasan dalam menentukan waktu penutupan. Kebijakan yang berubah-ubah ini berdampak langsung pada perilaku warga, mulai dari membakar sampah hingga memanfaatkan lahan kosong untuk pembuangan.
Terakhir, per 1 April diputuskan bahwa sampah organik dilarang masuk ke TPA Suwung. Namun, kebijakan itu kembali berubah dengan diperbolehkannya pembuangan sampah organik dua kali dalam seminggu hingga Juni 2026.
Anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, Agus Wirajaya menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Dari dulu dibilang tutup tapi mundur, dibilang tutup tapi lagi mundur', keadaan ini yang akan jadi masalah nanti. Perlu ketegasan dan kesadaran semua pihak kalau menurut saya untuk hal itu," kata Agus Wirajaya, Rabu (22/4/2026).
Ia menilai, kebijakan yang berubah-ubah memang memberi ruang bagi masyarakat untuk beradaptasi, terutama bagi warga yang masih kesulitan mengelola sampah secara mandiri akibat keterbatasan fasilitas. Namun, jika pola tarik ulur ini terus berlanjut, maka justru akan membuka celah dan memperburuk situasi.
"Masyarakat juga akan dapat celah, swakelola pun akan merasa 'oh masih bisa ini'. Justru memang harus konsisten dan disiplin untuk itu," imbuhnya.
Menurutnya, tekanan penutupan TPA Suwung memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, pemerintah terdorong mempercepat penyediaan infrastruktur pengolahan sampah seperti mesin di TPST dan TPS3R serta sosialisasi penggunaan komposter bag bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, tanpa konsistensi kebijakan, upaya tersebut tidak akan optimal dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kompleks.
Agus Wirajaya menegaskan bahwa penanganan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
"Termasuk kami yang anggota dewan sebagai pemerintah dan juga sebagai masyarakat, secara pribadi kami dirumah juga wajib untuk memilah sampah dari sumbernya. Untuk swakelola juga punya tanggung jawab melakukan pengolahan, tidak cuma hanya mengambil dan membuang sampah," paparnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8524 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5873 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2518 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar